"Kita harus mendiversifikasi ini sehingga pasar-pasar yang belum tersentuh, apalagi Afrika ini pasar yang peluangnya sangat luar biasa sebagai pasar produk ekonomi kreatif," ujar Sandiaga.
Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam, mengatakan Kemenparekraf ingin selalu memberikan fasilitasi demi membantu pengembangan usaha para pelaku ekraf, khususnya alumni AKI ke jenjang yang lebih tinggi yakni memasuki pasar internasional.
Penyelenggaraan AKI selama tiga tahun belakangan telah mengumpulkan sebanyak 1.200 pelaku ekraf yang terdata sebagai alumni AKI.
Baca Juga: Menparekraf Apresiasi Pontianak City Run Sebagai Momentum Pengembangan Wisata Olahraga di Kalbar
"Secara garis besar, kelas ekspor ini adalah investasi berharga bagi pelaku ekraf yang ingin memasuki pasar ekspor atau meningkatkan operasi ekspor mereka. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, pelaku ekraf dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih baik dan mencapai sukses dalam usahanya memasuki pasar internasional," ujar Neil.
Kegiatan Kelas Ekspor diawali dengan proses pendaftaran pada 5-11 Februari 2024 khusus bagi para alumni AKI tahun 2021-2023. Sebanyak 112 pelaku mendaftar dengan rincian 28 jenama fesyen, 53 jenama kuliner, dan 31 jenama kriya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan proses kurasi pada 19 Februari 2024 oleh seorang praktisi ekspor, Mohammad Andriza Syarifudin sebagai kurator peserta.
Kurator melakukan proses kurasi sesuai dengan kriteria penilaian dan penjurian yang mengacu pada kriteria/ketentuan dari Pusat Pelatihan SDM Ekspor Jasa Perdagangan, Kementerian Perdagangan, dan terpilih sebanyak 40 pelaku ekraf sebagai peserta Kelas Ekspor AKI 2024.
Peserta terpilih akan diikutsertakan pada pelaksanaan Kelas Ekspor AKI “Manajemen Ekspor Impor Plus Simulasi” yang dilaksanakan pada 1-8 Maret 2024 di Pusat Pelatihan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Kementerian Perdagangan, Jakarta.
"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat membantu mempermudah pelaku ekraf, khususnya alumni AKI, dalam melakukan proses ekspor produk, baik dari segi pengetahuan, perizinan dan kebutuhan negara tujuan," kata Neil.
Baca Juga: Menparekraf Sebut Pelaksanaan Event Berperan Penting Pulihkan Ekonomi di Bali
Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Isy Karim, mengatakan PPEJP merupakan pusat pelatihan ekspor yang saat ini telah melahirkan lebih dari 80 topik pelatihan dari level dasar sampai dengan pelatihan berdasarkan produk, market, dan lainnya.
"Salah satu keunggulan di sini adalah materi yang sangat komprehensif dan didukung oleh tenaga pengajar yang hampir semuanya merupakan praktisi dengan kompetensi di bidangnya masing-masing," ujar Isy.
Ia kemudian berharap agar para peserta pelatihan nantinya dapat berkolaborasi lebih jauh dimana Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan di berbagai negara.
"Kami berharap pelaku peserta pelatihan dapat mengoptimalkan perwakilan tersebut untuk melakukan penetrasi dan perluasan pasar," kata Isy.
Artikel Terkait
Menparekraf Dukung Peresmian Komunitas Relawan Aeroscue Raksa Dirgantara
Menparekraf: Indonesia Lanjutkan Komitmen Implementasi ASEAN MRA-TP
Menparekraf Sebut Pelaksanaan Event Berperan Penting Pulihkan Ekonomi di BaliĀ
Menparekraf Apresiasi Pontianak City Run Sebagai Momentum Pengembangan Wisata Olahraga di Kalbar
Menparekraf Berharap Konser Ed Sheeran Berdampak Positif Bagi Perekonomian Masyarakat