Senin, 20 Juli 2026

Inflasi Pangan Capai 8,47 Persen pada Februari 2024, Tertinggi dalam 17 Bulan Terakhir

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 1 Maret 2024 | 15:21 WIB
Volatile food alami inflasi pada Februari 2024.  (X)
Volatile food alami inflasi pada Februari 2024. (X)

NAWACITAPOST.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi harga bergejolak (volatile food) pada Februari 2024 mencapai 8,47% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menyampaikan bahwa inflasi volatile food tersebut memberikan andil terbesar terhadap inflasi umum pada Februari 2024.

"Komponen ini memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan, sebesar 1,34%. Komoditas yang dominan adalah beras, cabai merah, daging ayam ras, tomat, bawang putih, dan telur ayam ras," katanya dalam konferensi pers, Jumat (1/3/2024).

Baca Juga: Fanny Soegiarto Umumkan Hengkang dari Soegi Bornean

Dia menyampaikan, inflasi volatile food pada Februari 2024 merupakan yang tertinggi dalam 17 bulan terakhir. "Volatile food secara yoy 8,47% merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2022, di mana pada September 2022 terjadi inflasi 9,02%," katanya.

Habibullah mengatakan komponen yang memberikan andil terbesar selanjutnya yaitu inflasi inti dengan inflasi sebesar 1,68% yoy dan memberikan andil terhadap inflasi 1,08%.

Sementara itu, inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) tercatat sebesar 1,67% dan memberikan andil terhadap inflasi 0,33%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen ini, yaitu sigaret kretek mesin, tarif angkutan udara, sigaret kretek tangan, dan sigaret putih mesin.

Baca Juga: Kemenkumham NTB Bahas Pentingnya Sosialisasi Pendaftaran IG kepada Pembudidaya Kopi Rarak

Secara keseluruhan, BPS mencatat inflasi umum pada Februari 2024 mencapai 2,75% yoy, lebih tinggi dari inflasi pada Januari 2024 yang sebesar 2,57%. Secara bulanan, inflasi umum tercatat sebesar 0,37% (month-to-month/mtm), yang didorong oleh komponen volatile food dengan inflasi sebesar 1,53% dan memberikan andil sebesar 0,25%.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan kentang," jelas Habibullah.

Secara bulanan, komponen inti tercatat mengalami inflasi 0,14% dan memberikan andil inflasi 0,09%. Komoditas yang dominan memberikan inflasi adalah minyak goreng, nasi dengan lauk, emas perhiasan, dan mobil.

Baca Juga: Song Joong Ki Comeback, Serial 'My Name is Loh Kiwan' Mulai Tayang di Netflix Hari Ini!

Selanjutnya, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,15% mtm dengan andil 0,03%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi di antaranya sigaret kretek mesin dan tarif angkutan udara.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini