Minggu, 12 Juli 2026

Jaga Kualitas Program Pembinaan, Kasubsi Giatja Lapas Gunungsitoli Trolling Area Batik

Photo Author
Yustinus, Nawacita Post
- Kamis, 21 Mei 2026 | 17:07 WIB
Kasubsi Giatja Lapas Gunungsitoli Saat Trolling Area Pembinaan Batik
Kasubsi Giatja Lapas Gunungsitoli Saat Trolling Area Pembinaan Batik

NAWACITAPOST.COM - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli terus berkomitmen menjaga kualitas program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kamis, 21 Mei 2026.

Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan trolling/pemantauan area pembinaan batik yang dilaksanakan oleh Kasubsi Kegiatan Kerja, Helmi Supriandi Telaumbanua, S.H., guna memastikan seluruh proses pembinaan berjalan tertib, aktif, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Kasubsi Giatja meninjau secara langsung aktivitas WBP pada area pembinaan batik, mulai dari proses persiapan bahan, pengerjaan motif, hingga hasil produksi yang sedang dikerjakan.

Baca Juga: Peringati Harkitnas, Lapas Tahuna Gelar Upacara Bendera

Selain melakukan pemantauan, beliau juga berinteraksi dengan warga binaan untuk mendengarkan secara langsung perkembangan kegiatan serta berbagai hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembinaan kerja di dalam lapas.

Kegiatan trolling ini menjadi bagian dari upaya penguatan fungsi pengawasan sekaligus pembinaan yang humanis dan produktif. Dengan turun langsung ke area kegiatan kerja, diharapkan tercipta suasana pembinaan yang lebih aktif, disiplin, dan mampu meningkatkan semangat warga binaan dalam mengembangkan keterampilan yang dimiliki.

Kehadiran Kasubsi Giatja di tengah aktivitas pembinaan juga memberikan energi positif serta motivasi baru bagi petugas maupun warga binaan agar terus menghasilkan karya yang bernilai dan bermanfaat.

Baca Juga: Lapas Kelas IIA Manado Mengikuti Pengarahan dan Penguatan Dirjenpas Secara Virtual

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli menegaskan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.

Area pembinaan batik diharapkan tidak hanya menjadi wadah pelatihan keterampilan, tetapi juga sarana pembentukan karakter, peningkatan kreativitas, serta bekal positif bagi warga binaan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

(Humas Lagusit)

Editor: Yustinus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini