Minggu, 19 Juli 2026

Rocky Gerung: Hanya Satu TPS yang Bermasalah dalam Pemilu 2024

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 28 Februari 2024 | 13:23 WIB
Rocky Gerung
Rocky Gerung

NAWACITAPOST.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung, mengungkapkan bahwa menurutnya hanya ada satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari lebih dari 800 ribu TPS yang bermasalah dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Rocky menyebutkan bahwa TPS yang bermasalah tersebut terletak di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, kecurangan pemilu 2024 dimulai dari putusan Ketua MK Anwar Usman Nomor 90/PUU-XXI/2023 soal batas usia Capres-Cawapres yang meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres Prabowo Subianto.

"Ada 800 ribu TPS, dibulatin aja itu, enggak ada yang bermasalah memang baik-baik saja. Hanya ada satu TPS yang bermasalah itu, di Mahkamah Konstitusi yang surat suaranya dicoblos oleh Jokowi langsung di situ," ujar Rocky, dikutip Rabu (27/2/2024).

Baca Juga: BSI Targetkan Peningkatan Nasabah 3 Juta per Tahun

Pernyataan Rocky langsung dipotong oleh mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, yang juga hadir dalam dialog tersebut. "Berarti hadirnya Gibran itu, abang benar-benar takut kan? Dia kan kandidat, bukan terpilih?" ucap Pigai.

"Tidak (takut). Jelas, saya enggak ngomong itu. Saya ngomong TPS yang bermasalah itu cuma satu yaitu TPS di Mahkamah Konstitusi, TPS Nomor 90," tegas Rocky membantah Pigai.

Rocky pun memberikan contoh ketika Adolf Hitler terpilih menjadi Presiden Jerman waktu itu yang dipilih secara demokrasi, namun keanehan terjadi setelah dua bulan menjabat. "Tidak ada soal, Hitler itu dinyatakan legal dipilih secara demokrasi, tetapi dua bulan kemudian penduduk Berlin merasa ada yang aneh," tegas Rocky.

Baca Juga: Ganjar Tegaskan Tidak Akan Masuk Kabinet Jika Kalah dalam Pilpres 2024

Rocky kembali menegaskan, jika kecurangan yang terjadi pada Pemilu kali ini bukan hanya sekadar kuantitatif, tetapi dimulai dari pintu masuknya yakni putusan MK Nomor 90.

"Jadi, yang disebut kecurangan itu bukan sekadar data kuantitatif tapi perspektif orang tentang persoalan pertama pintu masuknya. Jadi saya terus mengatakan curang itu dimulai dari pintu masuk Mahkamah Konstitusi, udah. Dan itu kemudian kita tunggu di kotak-kotak suara," tegasnya.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini