Minggu, 19 Juli 2026

Rocky Gerung Sebut Film "Dirty Vote" Bakal Jadi Monumen Seumur Hidup tentang Siapa Itu Jokowi!

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 16 Februari 2024 | 10:30 WIB
Ilustrasi film Dirty Vote. (X)
Ilustrasi film Dirty Vote. (X)

NAWACITAPOST.COM - Film "Dirty Vote" telah memicu beragam tanggapan dari berbagai kalangan, dengan banyak pihak yang menilai bahwa film ini akan menjadi sebuah monumen dalam sejarah politik Indonesia.

Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran (GSP) M Qodari menjelaskan bahwa film ini tidak hanya ditujukan bagi kalangan yang tidak menyukai Presiden Joko Widodo (Jokowi), tetapi juga bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam isu-isu politik yang sedang berkembang.

"Jadi ini kan film untuk kalangan sendiri untuk kalangan terbatas gitu loh. Jadi ya kayak dia yang bikin film, dia yang tepuk tangan," kata Qodari, dikutip Jumat (16/2/2024).

Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung menyatakan pandangannya, menganggap bahwa film ini tidak hanya relevan untuk masa kini, tetapi juga akan menjadi bagian dari sejarah politik Indonesia.

Baca Juga: Rutin Jumat Bersih dan Sehat Lapas Samarinda

Menurutnya, "Dirty Vote" tidak hanya mengungkap potret kecurangan dalam penunjukan Penjabat Sementara (PJS), tetapi juga memberikan gambaran yang lebih luas tentang dinamika politik pada masa itu.

"Ini film akan jadi semacam monumen yang seumur hidup tentang siapa itu Jokowi itu," kata dia.

Rocky menyatakan bahwa film ini bukanlah tentang pengaruh elektoral saat ini. Namun, film ini memberikan suatu poin yang akan memiliki arti di waktu akan datang.

Baca Juga: Versi Quick Qount PKS Juara di Jakarta

Ia ingin menyampaikan bahwa film ini merupakan pengingat akan kejahatan politik yang dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Dengan kata lain, film ini tidak hanya tentang politik saat ini, tetapi juga tentang pembelajaran untuk masa depan, agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi kecurangan dan manipulasi dalam politik.

"Jadi efeknya itu bukan sekarang itu. Jadi poin kita, di satu waktu ada seseorang di kerajaan wakanda yang dirty handnya itu ke mana-mana gitu. kan itu saja poinnya. Bukan soal sekarang. Jadi ini tidak untuk elektoral sekarang, bukan engak begitu," kata Rocky.

Alissa Wahid, tokoh Gerakan Nurani Bangsa, juga menyoroti makna mendalam yang dibawa oleh "Dirty Vote". Menurutnya, film ini memberikan pemahaman yang lebih luas tentang fakta-fakta politik yang sering diabaikan oleh masyarakat. Ia juga sepakat bahwa film ini akan menjadi sebuah monumen dalam sejarah politik Indonesia.

Baca Juga: Kang Emil Geram! Komentar Nyinyir Netizen Soal Pemilu Libatkan Almarhum Eril

"Dirty Vote itu memberi makna kepada fakta-fakta, yang kebanyakan bukan orang ahli. Itu dia hanya lihat fakta tapi enggak tahu itu apa, kemudian ditunjukkan, dirangkai, ada fakta ini. Ini loh sambungannya, ada ini, dan ada ini," katanya.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini