Meski demikian, ia berharap Kejari Gunungsitoli tetap membuka ruang informasi yang setara kepada seluruh wartawan, tanpa membedakan latar belakang organisasi atau kedekatan tertentu.(Yogi)
“Kami yakin dan percaya Kejari Gunungsitoli tidak ada niat untuk mengkotak-kotakkan wartawan, dan harapan kami dapat bersinergi dengan semua pers serta memberikan informasi sesuai dengan mekanisme atau SOP-nya,” tambahnya.
Secara terpisah, Kasi Intel Kejari Gunungsitoli, Yaatulo Hulu, juga membantah adanya niat untuk memilih-milih wartawan dalam penyampaian informasi. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut memang berkaitan dengan rencana pelantikan Forwaka Gunungsitoli, bukan forum resmi untuk menyampaikan perkembangan penanganan perkara.
Menurut Yaatulo, pembicaraan soal kasus dugaan korupsi pembangunan RSU Pratama Kabupaten Nias muncul setelah sejumlah pengurus Forwaka menanyakan isu yang beredar di tengah masyarakat. Respons yang diberikan Kajari, kata dia, semata-mata untuk meluruskan informasi yang dinilai simpang siur.
“Pada pertemuan itu rekan-rekan dari Forwaka menyelingi pertanyaan atas adanya isu liar yang beredar seputar penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan RSUP Kabupaten Nias, dan Pak Kajari menanggapi untuk meluruskan informasi liar yang beredar. Jadi tidak ada konferensi pers dan tak ada niat mengkotak-kotakkan wartawan,” ujarnya.
Penjelasan dari kedua pihak itu menjadi klarifikasi atas narasi yang sebelumnya berkembang di sejumlah media online. Pertemuan tersebut, menurut mereka, lebih merupakan komunikasi terkait agenda organisasi Forwaka, sementara pembahasan perkara hanya terjadi sebagai respons spontan atas pertanyaan yang muncul saat diskusi berlangsung.
Artikel Terkait
Bakti Sosial Kajari Gunungsitoli bersama Pelindo Gunungsitoli dan PLN UP3 Nias di Desa Balale Toba'a
Maksimalkan Perbaikan Pelayanan, Pelindo Gunungsitoli Segera Rehab Dermaga Beton
Dermaga Gunungsitoli Diperbaiki, Pelindo Optimistis Segera Siap Operasi
Kasus RSU Pratama Nias Masuk Babak Baru, Kejari Tetapkan dan Tahan Tersangka
Pelindo Gunungsitoli Kejar Lonjakan Arus Logistik 2026, Target 75.000 Ton/M3