Senin, 1 Juni 2026

Pelindo Gunungsitoli Kejar Lonjakan Arus Logistik 2026, Target 75.000 Ton/M3

Photo Author
Yohanes Giawa, Nawacita Post
- Senin, 6 April 2026 | 17:20 WIB
Aktivitas kegiatan bongkar muat barang di PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 1 Gunungsitoli melalui kapal roll on-roll off (RoRo)
Aktivitas kegiatan bongkar muat barang di PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 1 Gunungsitoli melalui kapal roll on-roll off (RoRo)

NAWACITAPOST.COM — Aktivitas logistik melalui Pelabuhan Gunungsitoli menunjukkan tren menguat pada awal 2026. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 1 Gunungsitoli pun memasang target arus bongkar dan muat barang melalui kapal roll on-roll off (RoRo) mencapai 75.000 ton/m3 sepanjang tahun ini.

Optimisme itu didasarkan pada kenaikan arus bongkar muat pada triwulan I 2026. Dalam keterangan resminya, Pelindo mencatat volume arus bongkar muat pada triwulan I 2025 sebesar 17.751 ton/m3, sedangkan pada triwulan I 2026 telah mencapai 20.248 ton/m3.

Administrator Umum Pelindo Regional 1 Gunungsitoli, Ellingkari Hulu, mengatakan tren tersebut memperlihatkan pergerakan logistik di Pelabuhan Gunungsitoli masih tumbuh dan memberi sinyal positif bagi distribusi barang antarwilayah.

“Kami optimis bahwa target tahun 2026 arus bongkar/muat barang mencapai 75.000 ton/m3,” ujar Ellingkari pada Senin (6/4/2026) melalui press release resminya.

Baca Juga: Maksimalkan Perbaikan Pelayanan, Pelindo Gunungsitoli Segera Rehab Dermaga Beton

Pelindo mencatat, selama periode Januari hingga Desember 2025, arus bongkaran kargo yang diangkut menggunakan truk lossing atau ekspedisi melalui kapal RoRo mencapai 36.077 ton/m3. Sementara itu, arus muatan balik yang umumnya berasal dari hasil kebun rakyat tercatat 33.009 ton/m3.

Kenaikan arus barang tersebut, menurut Pelindo, didorong oleh pasokan kebutuhan pokok, sandang, dan pangan dari daratan Sumatera. Di sisi lain, muatan balik dari wilayah Kepulauan Nias juga ikut meningkat, terutama komoditas seperti pisang, kelapa, kopra, karet, dan cokelat.

Di tengah tren kenaikan itu, Pelindo juga kembali menyoroti persoalan kendaraan angkutan barang over dimension dan over load (ODOL). Menurut Ellingkari, sosialisasi kepada pemilik dan pengemudi kendaraan barang sudah dilakukan sejak Juni tahun lalu, dengan imbauan agar kendaraan yang melintas melalui pelabuhan tidak membawa muatan berlebih maupun menggunakan bak kendaraan yang melebihi dimensi semestinya.

Baca Juga: Pemusnahan Barang Bukti 39 Perkara, Kejari Gunungsitoli Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas

"Kita sudah melaksanakan sosialisasi kepada pemilik dan pengemudi kendaraan barang sejak bulan juni tahun lalu, agar jangan terjadi persoalan kelebihan muatan", tegas Elingkari.

Pelindo menilai kepatuhan terhadap aturan dimensi dan beban kendaraan penting untuk menjaga keselamatan pengemudi, keselamatan pengguna jalan, sekaligus menekan dampak kerusakan infrastruktur jalan di tengah meningkatnya arus distribusi barang.

Dengan tren pergerakan logistik yang terus naik, Pelabuhan Gunungsitoli dipandang semakin strategis sebagai simpul distribusi kebutuhan pokok masuk ke wilayah Nias sekaligus jalur pengiriman hasil kebun rakyat ke luar daerah.(Yogi)

Editor: Yohanes Giawa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini