NAWACITAPOST.COM — Aktivitas logistik melalui Pelabuhan Gunungsitoli menunjukkan tren menguat pada awal 2026. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 1 Gunungsitoli pun memasang target arus bongkar dan muat barang melalui kapal roll on-roll off (RoRo) mencapai 75.000 ton/m3 sepanjang tahun ini.
Optimisme itu didasarkan pada kenaikan arus bongkar muat pada triwulan I 2026. Dalam keterangan resminya, Pelindo mencatat volume arus bongkar muat pada triwulan I 2025 sebesar 17.751 ton/m3, sedangkan pada triwulan I 2026 telah mencapai 20.248 ton/m3.
Administrator Umum Pelindo Regional 1 Gunungsitoli, Ellingkari Hulu, mengatakan tren tersebut memperlihatkan pergerakan logistik di Pelabuhan Gunungsitoli masih tumbuh dan memberi sinyal positif bagi distribusi barang antarwilayah.
“Kami optimis bahwa target tahun 2026 arus bongkar/muat barang mencapai 75.000 ton/m3,” ujar Ellingkari pada Senin (6/4/2026) melalui press release resminya.
Baca Juga: Maksimalkan Perbaikan Pelayanan, Pelindo Gunungsitoli Segera Rehab Dermaga Beton
Pelindo mencatat, selama periode Januari hingga Desember 2025, arus bongkaran kargo yang diangkut menggunakan truk lossing atau ekspedisi melalui kapal RoRo mencapai 36.077 ton/m3. Sementara itu, arus muatan balik yang umumnya berasal dari hasil kebun rakyat tercatat 33.009 ton/m3.
Kenaikan arus barang tersebut, menurut Pelindo, didorong oleh pasokan kebutuhan pokok, sandang, dan pangan dari daratan Sumatera. Di sisi lain, muatan balik dari wilayah Kepulauan Nias juga ikut meningkat, terutama komoditas seperti pisang, kelapa, kopra, karet, dan cokelat.
Di tengah tren kenaikan itu, Pelindo juga kembali menyoroti persoalan kendaraan angkutan barang over dimension dan over load (ODOL). Menurut Ellingkari, sosialisasi kepada pemilik dan pengemudi kendaraan barang sudah dilakukan sejak Juni tahun lalu, dengan imbauan agar kendaraan yang melintas melalui pelabuhan tidak membawa muatan berlebih maupun menggunakan bak kendaraan yang melebihi dimensi semestinya.
Baca Juga: Pemusnahan Barang Bukti 39 Perkara, Kejari Gunungsitoli Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas
"Kita sudah melaksanakan sosialisasi kepada pemilik dan pengemudi kendaraan barang sejak bulan juni tahun lalu, agar jangan terjadi persoalan kelebihan muatan", tegas Elingkari.
Pelindo menilai kepatuhan terhadap aturan dimensi dan beban kendaraan penting untuk menjaga keselamatan pengemudi, keselamatan pengguna jalan, sekaligus menekan dampak kerusakan infrastruktur jalan di tengah meningkatnya arus distribusi barang.
Dengan tren pergerakan logistik yang terus naik, Pelabuhan Gunungsitoli dipandang semakin strategis sebagai simpul distribusi kebutuhan pokok masuk ke wilayah Nias sekaligus jalur pengiriman hasil kebun rakyat ke luar daerah.(Yogi)
Artikel Terkait
Gelar Siaran Pers terkait PPPK Paruh Waktu, Bupati Nias Barat: Bila ada manipulasi data, pasti ada pidana!
Forkoma PMKRI Kep. Nias: Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias Harus untuk Rakyat, Bukan Elite
Kasus RSU Pratama Nias Masuk Babak Baru, Kejari Tetapkan dan Tahan Tersangka
Kasus Pembangunan RSU Pratama Nias Memanas, Direktur PT VCM Ditahan
Iran Tegaskan Tak Ada Konsesi Selat Hormuz dan Uranium demi Gencatan Senjata