NAWACITAPOST.COM - Pembinaan kepribadian merupakan salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan yang bertujuan untuk membentuk pribadi yang lebih baik, mandiri, dan siap kembali ke tengah masyarakat. Jumat, 17 April 2026.
Di Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran bahasa asing (Bahasa Inggris) yang dilaksanakan secara rutin setiap minggunya sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus melatih keberanian, kepercayaan diri, dan keterampilan berkomunikasi.
Baca Juga: Akhiri Masa Bimbingan dengan Bahagia, Klien Bapas Muara Teweh Siap Jalani Hidup Baru
Dengan metode pembelajaran yang interaktif dan partisipatif, suasana kelas dibuat kondusif dan menyenangkan sehingga mendorong setiap peserta untuk aktif belajar dan terus berkembang.
Pembelajaran ini dibimbing langsung oleh Staff Registrasi, Bapak Hisika Zega, bersama anak-anak magang yang turut berperan aktif dalam membantu proses belajar mengajar.
Kolaborasi ini menciptakan interaksi yang dinamis, mulai dari penyampaian materi hingga praktik percakapan, sehingga kegiatan berlangsung lebih hidup dan efektif.
Baca Juga: Revolusi Pengawasan di Kemnaker! Yassierli: Awas Ada Itjen, Diubah
Lebih dari sekadar pembelajaran bahasa, kegiatan ini juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai positif seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat untuk terus belajar.
Dengan pelaksanaan yang konsisten setiap minggu, diharapkan program ini dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi warga binaan dalam membangun masa depan yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.
(Humas Lagusit)