Kamis, 4 Juni 2026

PGI Ajak Semua Pihak Bersabar Menunggu Penghitungan Manual KPU

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Minggu, 18 Februari 2024 | 09:35 WIB
Pdt Gomar Gultom  (Foto: dok )
Pdt Gomar Gultom (Foto: dok )

NAWACITAPOST.COM - Pelaksanaan Pemilu 2024 telah berlangsung di seluruh Indonesia pada Rabu (14/2/2024) lalu, di mana rakyat telah menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing. Menyusul proses ini, Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom mengajak semua pihak untuk bersabar menunggu penghitungan manual yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Meskipun hasil penghitungan cepat telah diumumkan, kita perlu mengingat bahwa hasil resmi akan ditentukan melalui perhitungan manual oleh KPU. Oleh karena itu, bersabarlah menanti hasil akhir yang sah dan pasti,” ungkapnya di Jakarta pada Kamis (15/2/2024).

Pdt. Gomar Gultom juga menyerukan kepada masyarakat untuk menghormati hasil pemilu yang akan diumumkan nanti. “Rakyat telah menentukan pilihannya, dan kita semua harus menghormati keputusan tersebut. Saya berharap semua pihak siap menerima hasil dengan lapang dada,” tambahnya.

Baca Juga: Menko PMK Tinjau Progres Penataan Kawasan Medan Belawan Bahari untuk Percepat Pengurangan Kemiskinan Ekstrem

Menegaskan pentingnya persatuan dan persaudaraan, Pdt. Gomar Gultom menyatakan perlunya kembali merajut hubungan yang sempat terganggu akibat narasi-narasi kampanye. Jika terdapat indikasi kecurangan atau pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu, PGI menyerukan agar masalah tersebut diselesaikan melalui jalur hukum yang sesuai dengan bukti dan data yang ada.

Sementara itu, Sekretaris Umum PGI Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mengawal proses perhitungan suara. “Kita harus tetap kritis dan saling menghormati, menjaga etika, moral, dan tenggang rasa dalam mengawal proses ini agar kondisi kondusif tetap terjaga di negara kita,” ujarnya.

Mengacu pada Seruan Pastoral PGI terkait Pemilu 2024, Pdt. Jacky mengingatkan bahwa penegakan moral dan etika sangatlah penting dalam memastikan kualitas demokrasi. Pemilu yang bermartabat harus menjauh dari praktik korupsi, politik uang, politisasi identitas pemilih, manipulasi kekuasaan dan hukum, serta penyebaran hoaks. Ketika moral dan etika dijunjung tinggi, warga negara akan memiliki kepercayaan bahwa suara mereka akan dihitung dengan akurat.

Baca Juga: Tinjau Venue PON XXI Aceh-Sumut 2024, Menko PMK Harapkan Sumut Sport Center Akan Lahirkan Atlet Kelas Internasional

Selain itu, PGI mendorong penyelenggara pemilu untuk menegakkan aturan dengan berani, murni, konsekwen, dan konsisten, serta berpihak pada kepentingan rakyat. Keterlibatan mereka akan sangat menentukan apakah pemilu ini akan berlangsung secara jujur dan adil, serta hasilnya bisa dipercaya.

Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Februari hingga 20 Maret 2024. Sebelumnya, sejumlah lembaga survei telah melakukan perhitungan cepat, namun hasil resmi akan ditetapkan melalui proses perhitungan manual oleh KPU.

 

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini