Prof Tjipta menekankan peran ilmuwan dan profesor dalam memberikan peringatan kepada pemimpin negara. Kata dia, kaum intelektual memiliki peran penting dalam menggerakkan perubahan dan memberikan masukan yang konstruktif.
"Kaum intelektual memiliki potensi untuk menjadi pemicu perubahan, karena satu intelektual dapat menggerakkan jutaan orang di belakangnya," ujar Prof Tjipta.
Namun, ia juga mencatat bahwa dalam Pilpres terkini, terdapat tokoh-tokoh yang lebih memilih menikmati kekuasaan daripada memberikan kontribusi positif. Peringatan Prof Tjipta ini menjadi sebuah refleksi kritis terhadap dinamika politik dan kekuasaan di Indonesia, saat ini.
Artikel Terkait
Ganjar Pranowo Setuju dengan Kriteria Pemimpin yang Diungkap Jokowi dalam Debat Terakhir Pilpres 2024
Jokowi minta Projo Cabut Laporan terhadap Butet Kartaredjasa
Sebut Bansos Jokowi Mirip Zaman Kerajaan, Ahok: Rakyat Minta Belas Kasihan Raja
5 Kampus di Sumatra Kompak Kritik Pemerintahan Jokowi
Terhadap Kritikan Akademisi ke Jokowi, SBY-JK: Pemerintah Jangan Abaikan!