Minggu, 19 Juli 2026

Walhi Kalteng: Jagung di Food Estate tidak Layak Dipanen dan Dikonsumsi

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Kamis, 25 Januari 2024 | 16:42 WIB
Direktur Walhi Kalimantan Tengah, Bayu Herinata (Foto: youtube KompasTV)
Direktur Walhi Kalimantan Tengah, Bayu Herinata (Foto: youtube KompasTV)

NAWACITAPOST.COM - Pihak Walhi Kalimantan Tengah baru-baru ini melakukan pengecekan di Desa Tewai Baru, yang menjadi lokasi penanaman jagung dan singkong untuk program food estate.

Direktur Walhi Kalimantan Tengah, Bayu Herinata, mengungkapkan hasil pengecekan tersebut dalam sebuah dialog di KompasTV pada Selasa (23/1/2024).

“Kami baru tadi pagi dari lokasi dan mengecek, katanya ada pemberitaan, ada statement dari Menteri Pertanian bahwa mereka akan melakukan panen lima hektare singkong dan delapan hektare jagung,” ujarnya dikutip dari youtube KompasTV di program Sapa Indonesia Malam di KompasTV.

Baca Juga: Panorama Wisata Air Terjun Gedad di Gunung Kidul, Ciptakan Suasana yang Tenang Dari Hiruk Pikuk Perkotaan

Bayu Herinata menjelaskan bahwa pihaknya telah mengecek langsung ke lokasi dan melakukan verifikasi terhadap penanaman jagung dan singkong yang disebutkan oleh Menteri Pertanian.

“Kami verifikasi di lapangan, itu bisa dibilang nggak layak untuk dipanen. Kondisinya memang dia sudah tua, jagung-jagung yang ditanam di polybag itu udah tua dan umurnya memang siap panen.” jelasnya.

“Tapi jagung yang dihasilkan itu tidak layak dipanen dan tidak layak konumsi juga. Diperkuat melalui statement mayarakat yang kami temui, kami wawancarai bahwa ini nggak bisa langsung dikonsumsi,” lanjutnya.

Baca Juga: Dandim 0808 Blitar Berikan Sosialisasi Netralitas TNI Pada Pemilu 2024 Kepada Persit KCK Cabang XXII

Pada 26 Oktober 2023, Kementan mulai menanam jagung dan singkong di Desa Tewai Baru setelah kunjungan menteri yang baru ke Kalimantan Tengah.

Namun, hasil verifikasi yang dilakukan oleh Walhi menunjukkan bahwa jagung yang akan dipanen tidak layak untuk dikonsumsi.

Jagung tersebut telah mencapai usia tua dan kondisinya tidak memenuhi standar untuk panen.

“Jagung yang ditanam ini bukan bahan pangan yang bisa langung dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya untuk masyarakat yang ada di sana.” ujarnya.

Baca Juga: Putri Handayani Jadi Orang Indonesia Pertama yang Sampai Puncak Kutub Selatan

Bayu Herinata mengklarifikasi bahwa meskipun jagung tersebut sudah siap panen, namun tidak layak dikonsumsi, seperti yang diberitakan oleh masyarakat setempat.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini