NAWACITAPOST.COM - Peneliti dari PolMark Research Centre, Eep Saefulloh Fatah, menyoroti peran bahasa tubuh dalam debat calon wakil presiden (cawapres), yang digelar Minggu (21/1/2024).
Menurutnya, ketika orang yang terlibat dalam debat, lalu menampilkan diri dengan bahasa tubuh tertentu, substansi sering kali tenggelam oleh gimmick bahasa tubuh tersebut.
Dalam debat antar calon wakil presiden, kejadian ini menjadi lebih jelas, terutama saat Gibran merespons Gus Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Mahfud Md.
Baca Juga: Siap Sapa Penggemar di Indonesia, Yoona Gelar Fan Meeting Lewat 'YOONITE in ASIA' Maret Mendatang
Puncaknya terjadi saat Gibran, dengan bahasa tubuh yang terlalu berlebihan, terlihat mencari jawaban dari penjelasan Prof Mahfud terkait pertanyaannya.
Menurut Eep, hal ini merupakan persoalan penting dalam debat. Bahkan, kata dia, seorang Alisa Wahid pun turut mengomentarinya dengan mengingatkan pentingnya membedakan sikap kritis dan tegas dengan perilaku merendahkan atau melecehkan, terutama terkait isu-isu substansial.
"Ketika kemudian ditampilkan secara keliru, hal tersebut bisa menjadi fatal. Siapapun, termasuk Gibran, dapat terkena dampak hukum atas tindakan seperti itu," kata Eep, dalam sebuah akun TikTok beritapolitikpalembang, dikutip Rabu (24/1/2024).
Permasalahan ini mencuat dan mendapatkan respon dari berbagai pihak, terutama dari komunitas Nahdlatul Ulama (NU). Menurut Eep warga NU atau Nahdliyin menyatakan rasa sedih dan kekecewaan, sementara yang lain merasa marah karena melihat tokoh NU seperti Mahfud MD dan Cak Imin dilecehkan saat debat cawapres.
"Salah satunya mengatakan sedih, yang lain ada yang mengatakan marah karena ternyata bagi mereka, di mata mereka Mahfud Md dan Cak Imin adalah tokoh NU. Lalu mereka mengatakan, mereka tidak terima karena tokoh nu dilecehkan," kata Eep.
Eep menambahkan, kritik seharusnya difokuskan pada substansi dan argumen, bukan pada upaya melecehkan pribadi atau institusi tertentu. Hal ini merupakan sikap yang diharapkan dalam menyikapi perdebatan politik demi menjaga etika dan martabat masyarakat.
Baca Juga: BSI Griya Simuda: Solusi Pembiayaan Rumah untuk Anak Muda dengan Cicilan Tetap hingga 30 Tahun
"Sesuatu yang sebetulnya kosmetik ketika kemudian ditampilkan secara keliru, itu bisa fatal. Siapapun akan terkena hukum, ini Gibran atau pun yang lain," kata dia.
Artikel Terkait
Gibran Debat Pakai Jaket Klan Uzumaki, Ini Sejarahnya di Naruto
Ganjar-Mahfud Bakal Stop Food Estate, Gantikan dengan Program Ekosistem Pangan Terpadu
Dita Ayu Wulandari: Dukungan Tinggi Pemilih Gen Z, Prabowo-Gibran Menatap Kemenangan 1 Putaran
Mahfud MD Siap Mundur dari Menko Polhukam, Jadi Teladan bagi Prabowo dan Gibran
TB Hasanuddin Apresiasi Keputusan Mahfud MD Mundur dari Kabinet Jokowi