Angka-angka ini mengonfirmasi dampak nyata teknologi terhadap skor akhir pertandingan, terutama pada pertandingan kunci.
Contoh spesifik pengaruh pada posisi turnamen
Kasus kehidupan nyata dengan jelas menunjukkan bagaimana VAR mengubah keseimbangan kekuatan dalam kejuaraan. Dalam pertandingan Manchester City vs Tottenham, gol Gabriel Jesus yang dianulir pada menit ke-93 berdampak dramatis pada hasil pertandingan. Sebuah publikasi Spanyol telah melakukan analisis terhadap La Liga tanpa VAR, yang hasilnya mencengangkan.
Klasemen hipotetis tanpa tayangan ulang video akan terlihat seperti ini:
- Real Madrid akan unggul sembilan poin atas Barcelona.
- Atletico seharusnya finis di posisi kedua, bukan ketiga.
- Alaves akan terhindar dari zona degradasi berkat poin yang mereka selamatkan.
Perhitungan seperti ini menunjukkan skala dampak VAR pada tabel liga dan nasib klub.
Baca Juga: Final Piala Dunia U-17, Ajang Balas Dendam Prancis Kepada Jerman
Aspek kontroversial teknologi
Wasit Inggris Keith Hackett telah menekankan pentingnya VAR dalam melindungi wasit dari ancaman. Howard Webb menerima ribuan ancaman pembunuhan setelah keputusan kontroversial, menunjukkan tekanan psikologis pada wasit.
Namun, para kritikus menunjuk pada interpretasi aturan yang subjektif dan bertambahnya waktu pengambilan keputusan.
Teknologi tayangan ulang video telah mengubah sepak bola secara permanen, membuatnya lebih adil tetapi juga menciptakan perdebatan baru.
VAR dapat menentukan juara dan tim yang berjuang menghindari degradasi sambil tetap mempertahankan unsur manusiawi dalam perwasitan.***
Artikel Terkait
Lolos ke Final, Pelatih Jerman U-17 Berambisi Kawinkan Gelar Euro U-17 dengan Piala Dunia U-17
Gagal Ciptakan Sejarah di Piala Dunia U-17 2023, Pelatih Argentina U-17 Tetap Bangga
Striker Jerman U-17 Max Moerstedt: Laga Semifinal Gila Piala Dunia U-17 2023
Mali U-17 Terbaik, Tetapi Prancis U-17 yang ke Final Piala Dunia U-17 2023
Jerman dan Prancis di Final Piala Dunia U-17, Erick Thohir: Kita Akan Disajikan Tontonan Berkelas