Sabtu, 18 Juli 2026

Daftar 26 Caleg Mantan Koruptor, Lengkap dengan Asal Partai dan Daerah Pemilihan

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 18 Januari 2024 | 09:54 WIB
Ilustrasi caleg koruptor. (Pexels)
Ilustrasi caleg koruptor. (Pexels)

NAWACITAPOST.COM - Pada pemilu 2024, dunia politik Indonesia menjadi saksi dari kehadiran 26 mantan narapidana korupsi yang kembali mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg).

Situs Rekamjejak.net, milik Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis daftar lengkap nama-nama mantan narapidana korupsi beserta partai dan daerah pilihan mereka.

Meski memicu kontroversi, partai-partai tertentu tetap memberikan kesempatan kedua bagi mereka.

Baca Juga: Glamping Legok Kondang Ciwidey, Rasakan Suasana Romatis Menginap di Dataran Tinggi Bandung Cocok Jadi Destinasi Liburan Bareng Pasangan

Siapa saja mereka? Berikut adalah daftar lengkap nama-namanya:

1. Susno Duadji (PKB - Sumsel II)

Sebagai mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri), Susno Duadji mencalonkan diri dari PKB untuk mewakili daerah pemilihan Sumatra Selatan II.

2. Al Amin N. Nasution (PDIP - Jateng VII)

PDIP memberikan peluang kepada Al Amin N. Nasution, seorang mantan narapidana korupsi, untuk menjadi calon legislatif dari Jawa Tengah VII. Ia adalah mantan anggota Komisi III DPR RI.

3. A.M. Nurdin Halid (Golkar - Sulsel II)

Mantan Ketua Umum Golkar, A.M. Nurdin Halid, mencalonkan diri di Sulawesi Selatan II melalui partai Golkar. Ia merupakan mantan anggota DPR-RI.

Baca Juga: Lapas Balikpapan Berkomitmen Membangun Zona Integritas dan Netral Dalam Pemilu Tahun 2024

5. Wa Ode Nurhayati (Hanura - Sulteng)

Wa Ode Nurhayati, mantan narapidana korupsi, memasuki dunia politik lagi melalui Hanura dan mencalonkan diri di Sulawesi Tengah. Dia pernah menjabat sebagai anggota Badan Anggaran DPR.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini