Jumat, 5 Juni 2026

Penuhi Hak WBP, PK Bapas Muara Teweh Melaksanakan Layanan Litmas di Lapas Kelas IIB Muara Teweh

Photo Author
Yustinus, Nawacita Post
- Selasa, 15 Juli 2025 | 13:08 WIB
WBP Lapas Muara Teweh Saat Mengikuti Kegiatan Litmas
WBP Lapas Muara Teweh Saat Mengikuti Kegiatan Litmas

NAWACITAPOST.COM - Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) yang dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas adalah proses pengumpulan, pengolahan, dan analisis data tentang kompensasi untuk memberikan rekomendasi terkait program reintegrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan lainnya.

Litmas ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kehidupan, membantu proses pelatihan, dan memastikan keamanan masyarakat.

PK Bapas akan melakukan wawancara dengan kompensasi, keluarga, dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan informasi tentang latar belakang, perilaku, dan kondisi kompensasi.

Baca Juga: Yekape Resmi Perseroda, DPRD: Harus Lebih Transformatif, Warnai Industri Properti

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh mengikuti Penelitian Kemasyarakatan (litmas) yang dilaksanakan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh yang bertempat di ruang pelatihan.

Sebanyak 4 orang PK Bapas melakukan Litmas terhadap 12 orang WBP pada hari Selasa (15/07).

Tolong. Kasi Binadik Mulyadi, menjelaskan litmas merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh WBP untuk mengetahui layak atau tidaknya tahapan program pelatihannya ditingkatkan, seperti program asimilasi, Cuti Bersyarat (CB), Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK), dan Pembebasan Bersyarat (PB).

Baca Juga: Secara Virtual, Lapas Kelas III Gunungtua mengikuti Apel Bersama Kemenko Bidang Hukum, HAM dan ImiPas

Mulyadi menambahkan, Litmas dilakukan terhadap 12 orang untuk mendapat PB (Pembebasan Bersyarat). “Hasil litmas tersebut akan ditindak lanjuti sehingga dapat disimpulkan apakah WBP yang memenuhi syarat atau tidak”. menambahkan lagi.

“PK Bapas akan melakukan wawancara dan observasi terhadap WBP untuk mengetahui secara rinci mengenai identitas, latar belakang, serta kegiatan yang dilakukan selama masa pelaksanaan pelatihan di dalam Lapas.

Data tersebut selanjutnya akan menjadi pertimbangan apakah WBP layak mendapatkan program integrasi baik CB, Asimilasi, CMK, maupun PB,” jelasnya.

Baca Juga: Sebanyak 396 Siswa SMK Negeri 1 Kertosono Ikuti Kegiatan MPLS Bersama Gubernur Jawa Timur

Litmas ini juga merupakan langkah awal dari tahapan pelatihan dalam melakukan penilaian siswa dan Warga Binaan Pemasyarakatan sekaligus sebagai langkah dalam menentukan program pelatihan yang terbaik.

Dan diharapkan dengan adanya litmas ini pola pelatihan akan berjalan dengan efektif dan bermanfaat bagi WBP.

Halaman:

Editor: Yustinus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini