NAWACITAPOST.COM - Suasana puncak perayaan Ke- 60 Tahun Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia wilayah Jakarta berlangsung meriah. Perayaan kali ini mengambil tema: Bersama Mensyukuri dan Menghadirkan Kebaikan Allah bagi Semua, berlangsung di The Sanctuary Auditorium, Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (21/06) jemaat meluber.
Pdt. Prof. Binsar Pakpahan, M.Th Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Theologia (STFT Jakarta yang didaulat menyampaikan kotbah menegaskan bahwa kita (Indonesia) saat ini mengalami krisis kepemimpinan, bahkan saking krisis sampai ada liga korupsi.
Dunia juga mengalami krisis kepemimpinan, karena semua negara membatasi warga datang ke negaranya, menolak yang tidak satu warna kulit.
“Kita perlu gembala baik yang dapat menyatukan kita. Yesus adalah gembala yang baik. PGIW DKI Jakarta dalam pelayanan sadarilah kebaikan Allah bagi semua,” pesannya.
Baca Juga: Krisis Ekologi di Tano Batak, PGI dan Gereja Sumut Desak Penutupan PT TPL
Ketua Umum PGIW DKI Jakarta Pdt. Arliyanus Larosa mengatakan bahwa PGIW DKI Jakarta memasuki satu titik sejarah yang bukan hanya sekedar penanda usia melainkan menegaskan kasih Tuhan yang tak bersyarat dan kesetiannya tidak pernah lekang waktu.
Dalam usia cukup banyak ini, kita menegaskan kesadaran dan komitmen bahwa kesadaran keesaan harus lebih banyak dilakukan dalam aksi, melalui kerjasama antar gereja anggota, baik berbagi roti secara internal maupun berbagi roti kepada dunia.
“Mari, dalam usia 60 tahun, kita menjaga agar PGIW DKI Jakarta dan gereja-gereja anggotanya tidak menjadi museum yang sekadar mengenang masa lalu, melainkan menjadi alat Tuhan untuk menghadirkan kebaikan Allah melalui aksi-aksi merawat bumi dan berbagi dengan sesama dan realitas merespon situasi politik,” ungkapnya.
Sementara Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan hadir mewakili Ketua Umum PGI Pdt Jackylevin Manuputty yang sedang bertugas di Johannesburgh, Afrika Selatan, mengingatkan bahwa kita butuh prophetic. Gereja-gereja lebih dari sekedar propetik bahkan “pembrontakan” propotik.
Baca Juga: PGI Selenggarakan Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sebagai Bentuk Kepedulian Kemanusiaan
Loncatan jauh lebih dari melawan yang korupsi, melawan mereka yang lalim. Salib mulia itu ada pembrotakan propetik ketidakadilan.
Pembrontakan terhadap sesuatu yang tidak benar, kerusakan lingkungan, dehumanisasi kemanusian. Perayaan HUT PGI ke-60 lebih meriah.
“Oikumena ditingkat wilayah, jauh lebih dinamis. Tubuh Kristus di tingkatan lokal lebih harmonis dan lebih padu. Mari semua suarakan ketidakadilan,” tutur sekum PGI yang terpilih di Sidang Raya Toraja tahun lalu.
Acara ini HUT PGIW ke-60 turut dimeriahkan Once Mekel membawakan dua lagu “Goodness of God dan Allah Sumber Kuatku”, Kezia Kaithlyn, Wirahup Dabce GIA Cingkareng dan Paduan Suara Massal.
Artikel Terkait
Kolaborasi PGI dan Pewarna ID: Optimalisasi Media untuk Umat Kristiani
Paus Fransiskus Wafat, PGI: Dunia Kehilangan Sosok Ayah Rohani Lintas Iman
PGI Selenggarakan Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sebagai Bentuk Kepedulian Kemanusiaan
PGI Sambut Terpilihnya Paus Leo XIV, Harap Kepemimpinan yang Membela Martabat Kemanusiaan
Krisis Ekologi di Tano Batak, PGI dan Gereja Sumut Desak Penutupan PT TPL