Menurutnya, meski efek langsung ke Indonesia tidak besar karena pergeseran ketergantungan energi fosil ke energi terbarukan, dinamika tersebut tetap menjadi perhatian penting.
Ia juga menilai bahwa kerja sama strategis Indonesia dengan China menjadi salah satu penopang utama stabilitas ekonomi nasional saat ini.
Namun, yang menjadi kekhawatiran utama adalah penetrasi propaganda politik internasional yang berpotensi memecah belah bangsa, sebagaimana pernah terjadi di beberapa negara seperti Korea Selatan, Suriah, dan kawasan Eropa Timur.
Faizal mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam pusaran geopolitik yang kontra produktif.
“Kami optimis Indonesia mampu menjadi motor kecerdasan politik melalui demokrasi yang kokoh dan sudah teruji. Mari jaga NKRI sebagai satu-satunya tagar pemersatu bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Sinkos.
Ia berharap Sinkos dan Kementerian Sosial dapat menjalin sinergi dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penanganan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
“Saya hadir sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan ini. Ke depan, kami terbuka untuk kerja sama dan menantikan program kolaboratif bersama,” tutup Agus.
Artikel Terkait
Fauzi Asni: Siak Run Ivent Olahraga Sarana Promosi Wisata dan Dongkrak Ekonomi Masyarakat
Polsek Tualang Ungkap Kasus Curas dan Pertolongan Jahat, Ponsel teman di Rampas.
Acara “Ngopi Rindu” PMKRI Lahirkan FORKOMA Kepulauan Nias
Menjaga Api Perjuangan Bung Karno, Promeg’96 Mojokerto Ramaikan Haul Bung Karno ke-55
Faigiziduhu Ndruru: Bukan Cuma Cari Untung, Orang Kaya Percaya Brankas Baluse untuk Jaga Aset