Kamis, 4 Juni 2026

Kabar Duka! Ekonom Senior Rizal Ramli Meninggal Dunia, Berikut Perjalanan Hidupnya

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 2 Januari 2024 | 21:54 WIB
Rizal Ramli. (Twitter)
Rizal Ramli. (Twitter)

NAWACITAPOST.com - Dunia kehilangan salah satu tokoh ekonomi dan politikus senior Indonesia, Rizal Ramli, yang meninggal dunia pada malam hari ini (2/1/2023), pukul 19.30 WIB, di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Sosoknya tak hanya dikenal sebagai seorang ekonom senior, namun juga seorang politisi yang karirnya melintasi berbagai jabatan kunci di pemerintahan.

Lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 10 Desember 1954, Rizal Ramli menapaki kehidupannya dengan perjuangan yang menginspirasi banyak orang.

Baca Juga: Selain Gunung Bromo, Ini 7 Destinasi Wisata di Probolinggo yang Tak Kalah Indah Pecinta Healing Wajib Merapat 

Sebagai anak yatim-piatu, ia harus menghadapi tantangan besar untuk membiayai pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, beban hidup yang berat itu justru mempertemukannya dengan realitas sosial masyarakat yang kemudian menjadi fokus perhatiannya.

Pada tahun 1978, Rizal Ramli terlibat dalam gerakan menentang pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden.

Keterlibatannya dalam gerakan ini membawanya ke dalam penjara selama 18 bulan. Setelah bebas, ia melanjutkan pendidikannya di luar negeri dan memperoleh gelar doktor dari Boston University sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Buka Lowongan, Berikut Posisi dan Persyaratannya!

Rizal tercatat sebagai pendiri Econit pada tahun 1992, sebuah lembaga yang berfokus pada analisis ekonomi.

Lewat Econit, ia mulai membangun reputasi sebagai seorang yang vokal dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggapnya tidak adil bagi masyarakat.

Keterlibatannya dengan kelompok oposisi membuat Rizal mendapat perhatian dari Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Baca Juga: Gila! Kahiyang Ayu Sukses Turun Berat Badan Hingga 30 Kg dengan Diet Ketat

Pada tahun 2000, Gus Dur menunjuknya sebagai Kepala Bulog, sebelum akhirnya menduduki posisi Menteri Perekonomian. Namun, karier birokrasi Rizal berakhir seiring ambruknya pemerintahan Gus Dur.

Di tahun 2006, pemerintah SBY menawarkan posisi sebagai Preskom PT Semen Gresik kepada Rizal Ramli. Namun, hanya setahun kemudian, ia dipecat karena terlibat dalam rumor demo anti-kenaikan harga BBM yang dikaitkan dengan gerakan yang didirikannya, Komite Bangkit Indonesia (KBI).

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini