Jumat, 5 Juni 2026

Arya Wedakarna Klarifikasi dan Minta Maaf Terkait Pernyataan yang Menuai Kontroversi

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Selasa, 2 Januari 2024 | 11:11 WIB
Arya Wedakarna telah melakukan klarifikasi terkait ucapan rasis yang menuai beragam reaksi masyarakat Bali (Arya Wedakarna)
Arya Wedakarna telah melakukan klarifikasi terkait ucapan rasis yang menuai beragam reaksi masyarakat Bali (Arya Wedakarna)

NAWACITAPOST.COM - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf atas pernyataannya yang dianggap menyinggung kelompok lain.

Melalui akun Facebook resminya, @Dr. Arya Wedakarna, pada Selasa (2/1/2024), Arya Wedakarna menyatakan bahwa jika ada kelompok lain yang merasa tersinggung dan keberatan, ia memohon maaf dengan tulus.

Klarifikasi tersebut Arya Wedakarna sampaikan sebagai tanggapan atas potongan video rapat resmi DPD RI B65 yang berlangsung pada masa reses pada 29 Desember 2023.

Baca Juga: Temukan Serangga Langka, Anak NTT Jadi Sorotan Dunia

Arya menegaskan bahwa video tersebut dipotong oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga tidak mencerminkan keseluruhan konteks dari rapat tersebut.

Rapat resmi tersebut seharusnya terkait aspirasi dan suara rakyat konstituen Arya Wedakarna terkait prioritas penempatan putra putri Daerah Bali menjadi Front Liner di Bea Cukai Bandara Ngurah Rai.

Menurut Arya Wedakarna, hal tersebut sejalan dengan semangat Peraturan Daerah (Perda) Bali di bidang pariwisata.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata yang Lagi Hits di Kediri, Ada Arc de Triomphe Ala Paris

"Kepatuhan instansi apapun di Bali pada Perda Bali No 2/2012 Tentang Pariwisata Bali yang tegas dijiwai dan bernafaskan budaya Hindu dan diperkuat UU Provinsi Bali No. 15/2023," tegas Arya.

Sebelumnya, sebuah video Arya Wedakarna viral dan menuai kontroversi di media sosial. Dalam video tersebut, Arya dianggap menyuarakan pernyataan yang berbau rasis terkait penutup kepala, khususnya hijab.

Arya Wedakarna menyampaikan keinginannya agar pegawai asli Bali yang tidak menggunakan penutup kepala menjadi pelayan wisatawan di meja depan, dengan menyebut bahwa Bali bukanlah Timur Tengah.

Baca Juga: Kontroversi Ucapan Bernada Rasis: Arya Wedakarna dan Dampaknya pada Harmoni Umat Beragama di Bali. Ini Respon dan Tanggapan Warga

Meskipun Arya Wedakarna telah melakukan klarifikasi dan permohonan maaf telah disampaikan.

Peristiwa Arya Wedakarna ini tetap menimbulkan debat di kalangan masyarakat terkait sensitivitas isu agama dan budaya, serta tanggung jawab seorang wakil rakyat dalam mengeluarkan pernyataan publik.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini