Minggu, 19 Juli 2026

Viral Dapat Imbalan 800 Ribu Hanya Scan Retina, World App Dibekukan Komdigi

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Selasa, 6 Mei 2025 | 09:39 WIB
World App
World App

NAWACITAPOST.COM - Belakangan ini, World App menjadi perbincangan hangat di media sosial karena kabarnya memberikan insentif sekitar Rp800 ribu kepada siapa pun yang bersedia matanya dipindai.

Fenomena ini pun menuai pro dan kontra di kalangan warganet. Tapi, apa sebenarnya World App dan bagaimana sistem kerjanya?

Di situs resminya, World membagi layanannya ke dalam empat pilar utama: World ID, World App, World Coin, dan World Chain.

World ID dipromosikan sebagai identitas digital yang memungkinkan seseorang membuktikan bahwa dirinya adalah manusia sungguhan secara anonim saat online.

Teknologi ini dirancang untuk menghadapi tantangan di era kecerdasan buatan (AI), di mana perbedaan antara manusia dan bot semakin sulit dibedakan.

Menurut keterangan resminya, World ID bisa digunakan untuk login ke aplikasi, verifikasi identitas secara digital, dan memastikan berbagai aktivitas daring—seperti voting atau pembelian tiket konser—tetap adil dan hanya dilakukan oleh manusia, bukan bot.

Sementara itu, World App berfungsi sebagai dompet digital yang menyimpan World ID, serta memungkinkan penggunanya mengelola aset digital, termasuk mata uang kripto, dan mengakses berbagai aplikasi mini.

Namun, kehadiran layanan World di Indonesia tidak luput dari sorotan otoritas. Menyusul banyaknya laporan dari masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya membekukan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) untuk Worldcoin dan World ID.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa dua perusahaan terkait, yakni PT. Terang Bulan Abadi dan PT. Sandina Abadi Nusantara, akan dipanggil untuk klarifikasi. Diketahui bahwa PT Terang Bulan Abadi belum terdaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik, sementara Worldcoin justru menggunakan izin atas nama badan hukum lain.

"Langkah pembekuan ini bersifat preventif untuk mencegah potensi risiko yang dapat merugikan masyarakat," tegas Alexander dalam pernyataannya, Minggu (4/5/2025).

Di Indonesia, World App dan perangkat pemindai retina bernama Orb sudah hadir selama beberapa bulan. Warga yang melakukan pemindaian retina akan mendapatkan World ID, yang bisa digunakan untuk mengakses berbagai layanan digital, baik aplikasi terpusat maupun terdesentralisasi (dApp).

Sebagai bonus, pengguna World ID yang berhasil diverifikasi bisa mengklaim hibah token Worldcoin (WLD) secara berkala selama satu tahun melalui fitur khusus di dalam aplikasi.

Meski begitu, perusahaan di balik World—Tools for Humanity—mengklaim bahwa layanan mereka tidak menyimpan data identitas pengguna, dan bahwa pemindaian retina hanya digunakan untuk membuat kode unik yang ditautkan ke blockchain tanpa melibatkan data pribadi secara langsung.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini