NAWACITAPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Nias Barat menyerahkan bantuan benih padi dan jagung kepada 332 kelompok tani dengan luas hamparan lahan mencapai 885 hektare.
Adapun penerima bantuan benih tersebut terdiri atas kelompok tani sawah yang tersebar di enam kecamatan, dengan pembagian proporsional antara lain: Kecamatan Sirombu 4.720 kg, Kecamatan Lahomi 1.200 kg, Kecamatan Moro'o 9.480 kg, Kecamatan Mandrehe 8.720 kg, Kecamatan Mandrehe Utara 1.080 kg, dan Kecamatan Mandrehe Barat 9.000 kg. Sehingga, total benih yang akan ditanam sebanyak 35,4 ton.
Sedangkan untuk benih jagung diberikan di Kecamatan Lolofitu Moi dan Kecamatan Ulu Moro’o. Lokasi ini untuk penanaman hortikultura, dengan masing-masing kelompok tani menerima 10 kg.
Benih padi dan jagung ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, pada saat pelaksanaan upacara Otonomi Daerah Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Nias Barat, Jumat (25/4/2025).
Eliyunus Waruwu mengatakan bahwa penyerahan benih tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan Visi-Misi Nias Barat CERAH, yang merupakan akronim dari Cerdas, Sejahtera, dan Sehat.
"Ini sebagai perwujudan misi kita dalam meningkatkan pengembangan sistem ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, sosial, dan budaya menuju masyarakat sejahtera," kata Eliyunus Waruwu.
Dengan penyerahan benih ini, lanjut dia, menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat dalam mendukung petani menghadapi tantangan serta terus berupaya memberi solusi melalui berbagai program nyata.
Baca Juga: Alat Makan MBG di Gunungsitoli dari Plastik Disorot, Kepala SPPG: Sudah Seizin dari Pusat
"Namun, pemberian bantuan ini harus diimbangi dengan keseriusan dan komitmen dari kelompok tani. Saya ingin melihat kelompok tani yang tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga bekerja dengan sungguh-sungguh, bahu-membahu, dan memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan lahan masing-masing," ujarnya.
Ia pun mengingatkan peran penting penyuluh pertanian dalam mendampingi para petani hingga panen raya nanti.
Ia berharap para penyuluh pertanian wajib aktif melakukan pendampingan teknis terkait budidaya pertanian yang baik (good agriculture practices), menjadi sumber informasi dan motivasi, serta mengawal proses dari awal tanam hingga pascapanen.
Selain itu, ia juga menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, menyusun laporan perkembangan kegiatan, serta menjamin pelaksanaan program ini tepat sasaran dan berdampak positif.