Minggu, 19 Juli 2026

Alat Makan MBG di Gunungsitoli dari Plastik Disorot, Kepala SPPG: Sudah Seizin dari Pusat

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Sabtu, 26 April 2025 | 12:33 WIB
Program MBG di Gunungsitoli, Sumatra Utara menggunakan peralatan makan dari plastik.  (Istimewa)
Program MBG di Gunungsitoli, Sumatra Utara menggunakan peralatan makan dari plastik. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Gunungsitoli, Sumatra Utara, menggunakan peralatan makan dari plastik. Padahal, aturan menyebutkan bahwa hanya peralatan berbahan stainless yang diperbolehkan.

Di sejumlah sekolah di Kota Gunungsitoli, pelaksanaan program MBG telah dimulai sejak Januari lalu. Namun, peralatan makan yang digunakan berupa ompreng atau mangkuk plastik. Seperti di salah satu sekolah di Desa Bawadesolo, anak-anak disuguhi makanan dalam peralatan yang bukan berbahan stainless.

Padahal, dalam Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah untuk Program Makanan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2025 dari Badan Gizi Nasional (BGN), disebutkan bahwa dilarang menggunakan alat makan selain berbahan stainless SUS 304.

Ketika hal ini dikonfirmasi oleh wartawan kepada Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Kota Gunungsitoli, Syukur Laoli, pada Jumat (25/04/2025), ia membenarkan bahwa peralatan makan yang digunakan sejak Januari lalu memang masih berupa ompreng atau mangkuk plastik, bukan stainless. Hal ini, menurutnya, sudah sepengetahuan pihak pusat di Badan Gizi Nasional.

Baca Juga: Isi 8 Tuntutan Purnawirawan TNI ke Prabowo: dari Tolak IKN hingga Ganti Wapres Gibran!  

“Itu sudah kami sampaikan ke pusat. Saat ini yayasan sedang dalam proses pengadaan peralatan stainless dan pengirimannya ke Nias masih terkendala transportasi. Di Bawadesolo memang masih memakai plastik sejak Januari karena saat itu ketersediaan ompreng sangat terbatas,” jelas Syukur Laoli.

Pada pendistribusian berikutnya, Kepala SPPG Gunungsitoli menegaskan bahwa yayasan tidak boleh lagi menggunakan ompreng plastik tersebut.

“Saya sudah sampaikan ke yayasan bahwa penggunaan plastik ini hanya diperbolehkan selama tiga bulan saja. Selanjutnya harus menggunakan stainless,” tambahnya.

Hingga saat ini, Syukur Laoli menyebut bahwa kuota MBG di Bawadesolo telah didistribusikan sebanyak 3.481 paket oleh Yayasan Karya Indonesia Emas.
(Yogi/Hamed)

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini