Kamis, 4 Juni 2026

Novel "Injil Maria Magdalena" Sajikan Pergumulan Bathin Kecintaan pada Yesus  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 24 April 2025 | 11:57 WIB
YKI bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) menggelar bedah buku.  (Istimewa)
YKI bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) menggelar bedah buku. (Istimewa)

 

NAWACITAPOST.COM - Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI) bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) menggelar bedah buku di sekretariat YKI, Matraman 10A, Jakarta Timur. Acara ini membahas novel berjudul "Injil Maria Magdalena: Yudas Iskariot dan Kemesiasan Yesus" karya Padmono SK, seorang jurnalis senior dan mantan Sekretaris Jenderal Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

Novel ini mengangkat kisah pergumulan batin Maria Magdalena, menggambarkan kecintaannya pada Yesus, serta peran Yudas Iskariot dalam narasi tersebut. Padmono SK menjelaskan bahwa meskipun novel ini bersifat imajiner, ia didasarkan pada riset mendalam dari berbagai tulisan dan tentu saja Alkitab itu sendiri.

Ia menekankan bahwa meskipun bersifat fiksi, cerita ini bukanlah fiktif, melainkan sebuah refleksi dan pergulatan iman. “Tulisan buku saya ini sekalipun imajiner tetapi saya lakukan riset dari berbagai tulisan dan tentu Alkitab itu sendiri artinya bentuk fiksi tetapi bukan fiktif," Padmono.

Komisioner Perlindungan Perempuan Indonesia, Pendeta Silvana Apituley, memberikan catatan kritis terkait cover buku yang menggambarkan Maria Magdalena menunduk. Ia berpendapat bahwa ilustrasi tersebut kontradiktif dengan isi buku yang menggambarkan Maria sebagai perempuan yang kuat dan aktif.

Citramaja City adalah pilihan hunian yang tepat untuk keluarga masa kini, karena fasilitasnya lengkap, lingkungan hijau, dan akses strategis. (Instagram)

Silvana mengapresiasi penulis yang berhasil menampilkan Maria Magdalena sebagai tokoh sentral, menantang pandangan patriarki yang sering mendominasi tafsiran terhadapnya.

Pendeta Gomar Gultom, mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), menanggapi novel ini dengan mengingatkan tentang The Gospel of Mary, sebuah injil gnostik dari abad ke-3. Ia mencatat bahwa meskipun novel ini menggambarkan pergumulan batin Maria Magdalena, hal serupa juga telah muncul dalam karya-karya sebelumnya seperti Jesus Christ Superstar dan The Last Temptation of Christ.

Namun, Gomar menilai bahwa Padmono SK tidak seberani Dan Brown dalam The Da Vinci Code, karena menggambarkan nafsu membara Maria Magdalena yang dengan halus ditepis oleh Yesus. Gomar juga memberikan tiga catatan atas novel ini.

Pertama, ia bersyukur atas penuturan penulis yang mengangkat budaya patriarki yang sangat mewarnai penulisan novel ini; kedua, menariknya Padmono mengangkat berbagai konflik internal para murid, yang mencerminkan tafsiran imajinatif penulis; dan ketiga, novel ini seakan hendak mengatakan bahwa Yesus juga mempertanyakan segala hal, yang membawa kebingungan dalam diri para murid dan Yesus sendiri.

Baca Juga: Jadwal Lengkap JALALIVE ISC 2025 di Banjarnegara, Bakal Dihadiri Evan Dimas dan Nadeo Argawinata

Dalam acara bedah buku ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum, akademisi, dan praktisi media. Sekretaris Umum YKI Robert Sitorus, menyambut baik bedah buku tersebut sebagai upaya memperkaya pemahaman iman kepada Yesus Kristus. Sementara itu, Ketua Umum PEWARNA, Yusuf Mujiono, mengajak agar diskusi tentang buku ini dapat diselenggarakan secara rutin sebagai bentuk membangun literasi kepada masyarakat dan generasi selanjutnya

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini