NAWACITAPOST.COM - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama, Selasa (18/3/2025), terpaksa dihentikan sementara melalui mekanisme trading halt.
Hal ini terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam sebesar 5,02% ke level 6.146.
Data mencatat, dari total perdagangan, sebanyak 581 saham mengalami penurunan, hanya 105 saham yang menguat, dan 271 saham bergerak stagnan.
Nilai transaksi di sesi I mencapai Rp3,39 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 13,12 miliar lembar saham dalam 748 ribu transaksi.
Semua sektor tercatat berada di zona merah. Sektor utilitas mengalami koreksi terdalam hingga 12,2%, disusul sektor bahan baku yang turun 9,82%.
Baca Juga: Laba Bursa Efek Indonesia Tembus Rp96,8 T pada Kuartal I 2019
Dari sisi saham individu, DCI Indonesia menjadi penekan terbesar IHSG dengan kontribusi negatif sebesar 38,24 poin.
Selain itu, saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, seperti BREN dan TPIA, turut membebani indeks dengan masing-masing minus 30,27 poin dan 29,71 poin.
Saham-saham perbankan besar di Indonesia juga tidak luput dari tekanan dan ikut melemah dalam perdagangan hari ini.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa trading halt diterapkan pukul 11:19:31 WIB melalui sistem Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah IHSG menembus penurunan 5%.
Kebijakan ini mengikuti aturan yang tercantum dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tertanggal 10 Maret 2020, terkait panduan penanganan perdagangan bursa di situasi darurat.
BEI juga menyampaikan bahwa perdagangan akan kembali dilanjutkan pada pukul 11:49:31 WIB, tanpa adanya perubahan jadwal.
Sebagai catatan, trading halt merupakan mekanisme penghentian sementara aktivitas perdagangan yang diterapkan untuk menjaga stabilitas pasar, menghindari gejolak harga yang terlalu tajam, serta melindungi investor dari potensi kerugian besar akibat pergerakan ekstrem indeks.
Sementara itu, IHSG telah menunjukkan sinyal pelemahan sejak awal pekan. Berdasarkan riset Samuel Sekuritas Indonesia, pada penutupan sesi I perdagangan Senin (17/3/2025), IHSG sudah terkoreksi 0,99% ke level 6.450,8, berbanding terbalik dengan tren positif di bursa saham global.
Artikel Terkait
Keluarga Besar Advokat Kabupaten Rokan Hulu Silaturahmi Dan Buka Puasa Bersama Di Angin Marombus Kecamatan Rambah
Wagub Banten A Dimyati Natakusumah: Peningkatan PDRB Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Perkapita
KAI Sumbar Lakukan Tes Narkoba bagi Awak Sarana Perkeretaapian
Gantikan Wahyu Eko, Brigjen Mahfud Resmi Jabat Danrem 032/Wbr