Selain itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terjadinya alih fungsi lahan yang seharusnya dipertahankan sebagai kawasan konservasi.
"Saya meminta maaf sebagai perwakilan Pemda Provinsi Jabar, karena melalui BUMD Jaswita, tempat wisata ini dibuka di kawasan perkebunan. Hal ini menimbulkan keresahan karena bangunan liar roboh dan masuk ke sungai. Jika melanggar aturan, maka harus dibongkar," tegasnya.
Dengan dibongkarnya Hibisc Fantasy Puncak, pemerintah berkomitmen untuk mengembalikan kawasan Puncak sesuai dengan fungsinya sebagai wilayah konservasi.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kepatuhan terhadap aturan tata ruang sangat penting dalam pembangunan destinasi wisata.
Artikel Terkait
Puncak Stopeng: Menikmati Sunrise dengan Pemandangan Laut nan Indah
Diduga Cuaca Buruk, Ini Kronologi Dua Pendaki Lilie dan Elsa Yang Meninggal di Puncak Carstensz
Jenazah Pendaki Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono di Puncak Cartensz Diterbangkan ke Jakarta
Tragedi Meninggalnya Dua Pendaki Wanita, Ini Perbedaan Puncak Carstensz Pyramid dan Puncak Jaya
Hibisc Fantasy Puncak Bogor Dibongkar, Ini Wahana yang Pernah Jadi Favorit Pengunjung