NAWACITAPOST.com - Dalam peringatan kelahiran Yesus Kristus, Gereja BNKP Jemaat Marturia Bekasi, Jawa Barat kembali menyelenggarakan perayaan Natal 2023.
Kegiatan ini digelar di Gedung Sartika, Bekasi yang menampung lebih dari 1000 orang untuk bersama-sama merayakan damai Natal 2023.
Kemeriahan Natal 2023 ini tidak hanya dihadiri oleh warga jemaat Marturia, tetapi juga dihadiri oleh undangan dari berbagai tokoh Ono Niha di sekitar Kota dan Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Meriahnya Tahun Baru 2024 di Jakarta: Festival Malam Muda-Mudi Siapkan 10 Panggung, Ini Lokasinya
Pendeta Jemaat BNKP Marturia Bekasi, Berkat Harefa, S.Th, mengangkat tema pergumulan iman yang relevan dengan kondisi sekarang.
Dalam khotbahnya, Pendeta Berkat Harefa mengungkapkan bahwa tantangan untuk meraih damai sejahtera, atau Syallom, terletak pada hubungan yang seringkali terganggu di berbagai aspek kehidupan. Mulai dari keluarga, tempat kerja, komunitas, hingga dalam gereja sendiri.
"Realitanya justru yang terjadi adalah sebaliknya, antar sesama tidak damai, antar jemaat tidak damai, antara pimpinan dan bawahan tidak damai, antar pendeta dan jemaat tidak damai, antar orang tua dan anak tidak damai, dan yang lebih mirisnya adalah ketidakdamaian dengan diri sendiri," kata Pendeta Berkat Harefa, Selasa (26/12/2023).
Baca Juga: Remisi Natal 2023: Apresiasi dan Harapan bagi 126 Warga Binaan Lapas Pontianak
Ia menegaskan bahwa kebanyakan kesulitan ini muncul karena manusia terjebak dalam pencarian kemuliaan dunia, bukan pencarian kemuliaan sejati atau surgawi.
"Akhirnya seluruh makhluk di bumi ini saling menyakiti, dan mencari kepentingan sendiri," kata dia.
Harefa melanjutkan khotbahnya dengan menggambarkan karakter manusia yang mengunggulkan kemuliaan dunia, seperti Herodes yang ingin menjaga kekuasaannya, Ahli Taurat yang pandai berbicara namun sering melanggar hukum, orang Farisi yang merasa lebih saleh dari orang lain, dan pemungut cukai yang mencari keuntungan pribadi dari posisinya.
Baca Juga: Korsletnya Robot Politik Bernama Gibran
Ia juga menyoroti kemuliaan surgawi yang tercermin pada karakter seperti Yesus Kristus, Malaikat yang memberitakan kabar sukacita, Gembala yang fokus dengan tanggung jawabnya, dan Orang Majus yang bersemangat mencari Tuhan.
"Allah ingin kita memiliki cara hidup yang demikian, karena orang-orang yang seperti ini akan membaktikan diri sepenuhnya hanya kepada Allah saja. Ia tidak memiliki waktu lagi untuk membicarakan orang lain, menghina orang lain, atau menyakiti orang lain, karena kita fokus untuk mengerjakan tugas-tugas kita di hadapan Allah," jelas Pendeta Harefa.
Artikel Terkait
Sebanyak 55 Orang Narapidana Lapas Pemuda Kelas III Langkat Kanwil Kemenkumham Sumut Mendapatkan Remisi Natal Tahun 2023
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sukadana Ikuti Ibadah Malam Natal Online
Setiap tanggal 25 Desember Umat Kristen peringati Hari Natal, Tahukah kamu Sejarah dan Tradisi nya?
Sahli Sosbud Kapolri Cek Pelaksanaan Ops Lilin Semeru 2023 di Terminal Purabaya Libur perayaan Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), dima
Sukacita Natal Tahun 2023, 8 Orang Warga Binaan Rutan Kelas IB Sipirok Kanwil Kemenkumham Sumut Terima Remisi