Jumat, 5 Juni 2026

Menilik Prediksi PPP: Masa Depan Partai Era Orba di Ambang Kegagalan Masuk Parlemen

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 12 Desember 2023 | 09:35 WIB


NAWACITApost.com - Sebuah survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas pada 29 November hingga 4 Desember 2023 telah mengungkap pergeseran menarik dalam elektabilitas partai politik (parpol) di Indonesia. Hasil survei ini menggambarkan bahwa posisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya memperoleh 2,4 persen, bahkan posisinya disalib Partai Solidaritas Indonesia 2,6 persen.





Untuk diketahui, PPP didirikan pada 5 Januari 1973 yang merupakan hasil Fusi atau gabungan dari empat partai berbasis Islam, yakni Partai Nahdhatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti. Artinya, PPP merupakan salah satu partai yang sudah ada sejak era Orde Baru (Orba) dan masih memiliki keterwakilan hingga sekarang di DPR.





Jika melihat ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) pada Pemilu Legislatif 2024 sebesar 4 persen, maka hanya ada delapan partai yang diprediksi lolos ambang batas parlemen. Delapan partai itu yakni PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, NasDem, Demokrat, PKS, dan PAN.





Berdasar hasil survei Populi Center mengatakan, PPP menjadi salah satu partai parlemen yang belum mencukupi ambang batas. Partai berlambang Kakbag ini hanya memiliki elektabilitas 3,6 persen. Tak ada perubahan dibanding survei sebelumnya.





Di sisi lain, partai-partai non parlemen seluruhnya di bawah angka 2 persen. Mereka antara lain, Perindo 1,4 persen, PSI 1,3 persen, Hanura 0,9 persen, PBB 0,5 persen, Partai Buruh 0,3 persen, PKB 0,1 persen, Partai Ummat 0,1 persen, Partai Gelora dan Garuda 0 persen.





Tak berbeda jauh, hasil survei Poltracking Indonesia juga menyebutkan, partai-partai di luar parlemen mendapatkan elektabilitas di bawah 4 persen alias tidak memenuhi parliamentary threshold 4 persen. Hasil survei Poltracking Indonesia menjunjukkan elektabilitas PPP hanya 3,4 persen, Perindo 1,5 persen, PSI 0,9 persen, Hanura 0,9 persen, Partai Ummat 0,2 persen, PBB 0,2 persen, Partai Garuda 0,2 persen, PKN 0,2 persen, Partai Gelora 0,2 persen, Partai Buruh 0,2 persen, dan yang Tidak Tahu 8,5 persen.





"Sementara partai politik lainnya masih di bawah 1 persen," ujar Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda, dikutip Selasa (12/12/2023).


Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini