Dari hasil penyelidikan awal, diduga Puji telah dicekoki miras yang dicampur dengan obat-obatan dan mengalami rudapaksa oleh salah satu teman laki-lakinya. Teman ini baru dikenal Puji melalui media sosial sekitar 2 minggu sebelum kejadian.
Bekas pengaman yang berserakan dan botol minuman yang ditemukan di lokasi kejadian menguatkan dugaan bahwa Puji mungkin menjadi korban aksi kejahatan lebih dari satu pelaku.
Pihak kepolisian dari Polrestabes Medan telah mengamankan satu orang terduga pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini. Masyarakat pun berharap agar pelaku atau pelaku lainnya segera terungkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak-anak dan remaja di lingkungan sekolah perlu ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.