"Video itu direkam sendiri oleh tersangka dan diunggah di Snack Video. Dan video ini beredar sebagaimana kita ketahui," ujarnya.
Agung menjelaskan tersangka LDS merupakan warga asal Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Pria itu merantau ke Sorong, Papua Barat untuk bekerja sebagai sopir.
"Tersangka ini baru dua minggu kembali ke Kabupaten Toba. Dia hampir lima tahun bekerja di Sorong sebagai sopir truk," katanya.
Untuk diketahui, video ujaran kebencian dan penistaan agama itu viral di media sosial. Pasalnya LDS meminta Zionis Israel memborbardir rumah sakit Indonesia di Gaza Palestina viral di media sosial.
Tak hanya itu, LDS juga agar masyarakat Palestina bunuh diri daripada dibunuh Israel. Pada video itu juga, LDS juga menistakan Nabi Muhammad.