Andaru menjelaskan bahwa pihaknya mendapat laporan dari polsek setempat bahwa ditemukan mayat perempuan di dalam mobil.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa kepala CA (21 tahun) itu telah terbungkus plastik serta dilakban.
"Dalam mobil, korban ditemukan dengan kondisi kepala dibungkus plastik dan bagian leher, plastik, ada lakbannya," paparnya.
Perihak kematian CA, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair Prof. Dr. Murni Lamid ketika dikonfirmasi terpisah mengaku terkejut dengan kabar duka yang terjadi pada mahasiswanya tersebut.
Murni menyatakan bahwa CA saat ini sedang menjalani program pendidikan dokter hewan, yaitu program co-asistensi dan sekarang akan memasuki pada divisi.
"Saya cukup kaget dan deg-degan ini tadi. Saya nangis dari tadi itu karena ini berita yang mendadak dan kami merasa dengan adanya berita ini kami sangat terpukul sekali," ujarnya.
Dikutip dari beberapa sumber, Murni menjelaskan bahwa CA berada di kelompok 41, yang pada Senin (6/11) ini diagendakan akan menjalani program co-asistensi di divisi parasitologi.
"Saya dapat berita dari keluarganya bukan dari polisi. Katanya di rumah sakit (kamar jenazah) itu tidak ada siapa-siapanya, cuma dua orang tante dan om, kemudian satu dosen dari kampus, sedangkan yang lainnya tidak ada," katanya.