Jakarta, NAWACITAPOST - Baliho tokoh nasional beredar di berbagai daerah, dengan semboyan dan kata-kata yang digunakan mengundang komentar netizen. Salah satu pakar dari Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menilai bahwa langkah yang diambil Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembuatan baliho kurang tepat.
Selain Puan Maharani, terpasang juga baliho Airlangga Hartanto, Muhaimin Iskandar, dan Agus Harimurti Yudhoyono di banyak jalan perlintasan daerah.
Posisi Puan Maharani yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI memudahkan untuk dirinya melangkah naik menjadi calon Presiden tahun 2024. Namun upaya yang diambil dengan memasang baliho justru dinilai akan menurunkan citra Puan Maharani, dan mengurangi elektabilitas di 2024.
"Saya kira baliho yang bertebaran ini elite gagal menjadikan kursi jabatannya materi utama promosi dirinya," kata Lucius dalam Webinar Series GIAD, Senin (02/08/2021)
Dirinya menilai, dengan posisi Puan yang diduduki saat ini bisa menyokong dirinya dalam membuat keputusan bahkan mengklarifikasi RUU yang informasinya kerap simpang siur dari kursi parlemen.
Disamping baliho yang mengundang kontroversi, seharusnya Puan membuat keputusan yang tepat dan berguna bagi masyarakat.
"Namun, justru ada kontroversi, seperti Omnibus Law, Otsus Papua, atau RUU Ciptaker," katanya