mix-news

Menuju 2024 Prabowo - Puan Nyalib Surya Paloh

Jumat, 7 Agustus 2020 | 12:07 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST-  Saat Pilkada 2018 digelar. Seperti diketahui PDI Perjuangan hanya menang di Jawa Tengah. Hal tersebut dialami juga oleh Gerindra. Sedangkan provinsi Jawat, Timur,  Jawa Barat, dan Banten yang menang adalah Partai Nasdem  degan Ketua Umumnmya Surya Paloh biasa disapa SP.

Baca Juga : Pasangan Prabowo Subianto – Puan Maharani Menuju Pilpres 2024 Semakin Mantap


Bahkan Nasdem mengklaim juga bahwa kemenangan Ganjar Pranowo berpasangan dengan Taj Yasin adalah andil dari besutan partai yang didirikan SP.

Usai Pilkada 2018 digelar dan telah diputuskan pemenang Pilkada  4 Provinsi di pulau Jawa tersebut adalah yang diusung dari Nasdem.

Bahkan dengan bangganya pemilik Metro TV ini mengatakan bahwa Pilkada 2018  dari 17 Provinsi, Nasdem menang 11 provinsi padahal targetnya adalah 10. Itu diucapkan resmi ayah dari Prananda Surya Paloh di Kantor Pusat Nasdem, Jalan RP Soeroso 46 Jakarta, Rabu 27 Juni 2018.

Pernyataan resmi kemenangan dari orang nomor satu Nasdem itu hanya berjarak 700 meter dari rumah pribadi orang nomor satu Partai Banteng Moncong Putih, Jalan Teuku Umar 46 Jakarta.

Bahkan kalimat lainnya dari Pemilik Koran Media Indonesia yang sempat menyindir ke partai yang bisa mengusung calonnya di Pilkada 2018, bahwa partainya tak punya kursi untuk mengusung calon Kepala Daerah tersebut toh akhirnya bisa menang.

Inilah yang mungkin mematik sedikit kemarahan PDI Perjuangan khususnya Mega. Sehingga pada saat pelantikan Jokowi dan Maruf Amin 20 Okober 2020 sempat ada insiden jabat  tangan  yang tak sampai.

Megawati (Baju Merah ) dan Surya Paloh (Jas Biru)

Makanya tak mau terjadi kekalahan lagi di Pilkada 2020 PDI Perjuangan bersama Partai Gerindra resmi mendukung anak dan menantu Presiden Jokowi sebagai calon Pilkada Kota Solo dan Medan.

Gibran Rakabuming Raka berpasangan dengan Teguh Prakoso, dan Boby Nasution berpasangan dengan Aulia Rachman. Kedua pasangan itu adalah nama yang tertulis dalam dokumen resmi partai pemenang kesatu dan ketiga pada Pemilu legislatif  2019.

Mega sadar bergandengan dengan Prabowo Subianto di Pilkada 2020 khususnya untuk kota Solo dan Medan langkah tepat menuju Pilpres 2024. Dan, Puan sangat tepat mendampingi ayah dari Didit Prabowo. Sepertinya pasangan ini tak bisa dibendung lagi.

Seperti dikatakan Pengamat politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan dukungan Gerindra tak lain adalah kepentingan Prabowo di 2024.

Jika di Pilkada 2020 Jokowi butuh Mega dan Prabowo. Maka Pilpres 2024 Prabowo dan Mega butuh Jokowi. Sehingga wajar PDIP dan Gerindra dukung anak dan menantu Jokowi. Ha ini bisa diartikan  bahwa tabungan politik nasional akan didapat PDIP dan Gerindra pada 2024.

Apalagi Mega tahu karakter dan sifat dari Pemilik luas rumah 48.0000 meter persegi di Hambalang Bogor selain pernah berpasangan pada sebagai Capres dan Cawapres 2009.

Demikian juga dengan Prabowo yang sudah tahu karakter ibu dari Ketua DPR RI 2019 – 2024. Mega bersama Prabowo juga ingin menghapus 'Kesepakatan Batutulis' yang pernah ada.

Sepertinya Pasangan Mega – Prabowo 2009 berlanjut pada Prabowo – Puan menuju 2024. Bisa jadi pasangan ini menyalib partai lainnya terutama Nasdem.

Terkini

Mensos Risma Bantu Pengobatan 2 Warga Lampung

Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB