mix-news

Antisipasi Perang Dagang, Pemerintah Diminta Perluas Pasar

Kamis, 13 Juni 2019 | 12:56 WIB
Jakarta, NAWACITA - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan, gejolak perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-China yang terus memanas dapat membuat pertumbuhan ekonomi RI meleset dari target.

Adapun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan mencapai 5,3 persen.

Ekonomi INDEF Bhima Yudhistira beranggapan, efek perang dagang akan membuat pertumbuhan ekonomi negara tertahan di angka 5 persen.

"INDEF prediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini mentok di 5 persen atau dibawah asumsi makro APBN 5.3 persen. Kita harus bersiap hadapi situasi terburuk karena perang dagang ternyata tidak hanya menyasar China, tapi juga Meksiko, India dan Turki," ujar Seperti lansir Liputan6.com, Kamis (13/6/2019).

Untuk mewaspadai hal tersebut, pemerintah disarankan untuk membuat sejumlah langkah agar perekonomian dalam negeri dapat terjaga. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain memperluas pasar ekspor hingga memberi insentif lebih kepada pengusaha lokal.

Bhima menuturkan, perang dagang AS-China memiliki dampak cukup besar yang mempengaruhi kinerja ekspor komoditas perkebunan, tambang dan energi. Pergerakan harga komoditas juga masih terpantau rendah lantaran perang dagang turunkan permintaan.

(ANT)

Tags

Terkini

Mensos Risma Bantu Pengobatan 2 Warga Lampung

Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB