Jakarta NAWACITA – Sebanyak 18 Kota/Kabupaten memperoleh alokasi distribusi gas bumi unuk rumah tangga, melalui program Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga.
Tahun anggaran 2019 ini, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), menandatangani nota kesepahaman dengan 18 Pemerintah Kabupaten/Kota tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga.
Sesuai anggaran pemerintah, alokasi anggaran jargas mencapai Rp852 miliar untuk 78.216 sambungan rumah tangga (SR) di 18 kota/kabupaten.
Program ini dilakukan untuk menyediakan gas murah bagi masyarakat dan mengurangi impor LPG, termasuk menekan subsidi.
Pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini Bupati dan Walikota diharapkan mendukung program pemerintah pusat untuk terus mendorong distribusi gas bumi melalui jaringan distribusi gas (jargas) untuk rumah tangga.
"Kami harap Bupati/Walikota membantu mempermudah perizininan," tutur Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto dalam acara penandatangan nota kesepahaman di Jakarta, Rabu (13/3).
Pembangunan jargas didampingi oleh PT Pertamina (Persero) melalui PGN. Rencananya, pembangunana akan dilakukan setelah pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) pada April 2019 nanti.
Djoko mengungkapkan harga gas yang disalurkan jargas maksimal sama dengan harga jual Liquified Petroleum Gas (LPG). Bahkan, saat ini, rata-rata harganya masih lebih murah. Misalnya, pada harga jual gas untuk 7 kabupaten/kota pada jaringan gas yang ditetapkan baru-baru ini.
Untuk Rumah Tangga (RT) -1 dan Pelanggan Kecil (PK) -1 sebesar Rp4.250 per meter kubik lebih murah dari pada harga pasar gas LPG 3 kilogram (kg) yang berkisar Rp5.013 sampai dengan Rp6.266 per meter kubik.
Sedangkan untuk RT-2 dan PK-2 sebesar Rp6.250 lebih murah dari pada harga pasar gas LPG 12 kg yang berkisar Rp9.085 sampai dengan Rp11.278 per meter kubik. Ke depan, pemerintah berupaya mempercepat penyaluran gas bumi melalui jargas terutama di kota-kota yang dekat dengan sumber gas.
Sebagai informasi, BPH Migas mencatat pembangun jargas hingga 2018 telah mencapai 325.852 sambungan rumah tangga (SR) yang tersebar di 40 kota/kabupaten. Pemerintah menargetkan pembangunan jargas bisa mencapai 4,7 juta SR pada 2025.
Berikut rincian kota/kabupaten yang mendapatkan alokasi distribusi gas bumi melalui jargas tahun ini:
1. Kabupaten (Kab.) Aceh Utara 5 ribu sambungan rumah tangga (SR) 2. Kota Dumai 4.300 SR 3. Kota Jambi 2 ribu SR 4. Kota Palembang 6 ribu SR 5. Kota Depok 6.230 SR 6. Kota Bekasi 6.720 SR 7. Kab. Karawang 2.681 SR 8. Kab. Purwakarta 3.765 SR 9. Kab. Cirebon 6.520 SR 10. Kab. Lamongan 4 ribu SR 11. Kab. Bojonegoro 4 ribu SR 12. Kota Mojokerto 4 ribu SR 13. Kab. Mojokerto 4 ribu SR 14. Kab. Pasuruan 4 ribu SR 15. Kab. Probolinggo 4 ribu SR 16. Kab. Banggai 4 ribu SR 17. Kab. Wajo 2 ribu SR 18. Kab. Kutai Kartanegara 5 ribu SR