Jakarta NAWACITA - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang tertangkap karena diduga mengkonsumsi narkoba, pada Minggu (4/3), disebut-sebut sudah cukup lama menggunakan narkoba.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan dari hasil pemeriksaan diketahui Andi Arief (AA) telah beberapa kali mengonsumsi narkoba sebelum penggerebekan yang dilakukan di Hotel Menara Peninsula Jakarta Pusat.
"Dari assessment sementara sepertinya saudara AA mengkonsumsi narkoba bukan hanya sekarang, sudah beberapa kali," ujar M Iqbal di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/3).
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse dan Kriminal Polri saat ini masih mendalami terkait sejak kapan mengonsumsi narkoba dan siapa pemasok sabu untuk AA.
Dalam kasus AA yang ditemukan positif mengonsumsi sabu, tetapi tidak membawa barang bukti, masih dinyatakan sebagai korban. Namun pemeriksaan terus berjalan dan berbagai kemungkinan masih terbuka.
Saat dilakukan pemerikaan oleh penyidik yang berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), kondisi AA disebut stabil.
Selain dimintai keterangan, sisi kesehatan dan kejiwaan AA pun diperiksa untuk mengetahui tingkat ketergantungan politisi yang sering mencuit hal kontroversial itu terhadap narkoba.
Setelah dilakukan penelitian oleh tim penilaian terpadu yang terdiri atas dokter, psikiatri, jaksa dan penyidik dari kepolisian atau BNN, baru akan dikeluarkan rekomendasi untuk rehabilitasi.
"Apakah AA ini hanya pusing atau iseng dan lain-lain, nanti saya akan hadirkan beberapa teman-teman dari Direktorat 4 (narkoba)," tutur Iqbal.
Keluarga dan pengacara politisi AA telah mengajukan permohonan rehabilitasi kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse dan Kriminal Polri saat menjenguk AA pada Selasa pagi.
Iqbal menjelaskan, berdasarkan dari assement dan profiling yang dilakukan oleh pihak kepolisian, Andi Arief dinyatakan hanya sebatas pengguna narkoba saja.
"Saudara AA ini hanya sebagai pengguna," ujarnya.
Sebelumnya, Iqbal juga memastikan bahwa Andi ditangkap bersama seorang perempuan berinisial L. Hal itu berdasarkan hasil pendalaman dan pengembangan.
"Petugas kami menemukan petunjuk, bahwa diduga ada seorang wanita di kamar tersebut," katanya.
Iqbal menyebut perempuan berinisial L itu diduga merupakan sahabat Andi Arief. Ia juga memastikan bahwa perempuan berinisial L tersebut bukan seorang calon legislatif atau politikus seperti kabar yang beredar di media sosial.