Jakarta, NAWACITA- Kementerian Hukum dan HAM menyelenggarakan Ibadah dan Perayaan Natal 2018 bersama Persekutuan Oikumene Umat Kristiani di Graha Pengayoman, Sabtu (12/1).
Sejumlah Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama serta pegawai yang beragama Kristiani ikut ambil bagian dalam memeriahkan perayaan natal di lingkungan Kemenkumham.
Yesus Kristus Hikmat bagi Kita menjadi tema Natal tahun ini yang disesuiakan dengan tema natal KWI dan PGI tahun 2018. Kemenkumham lalu menjabarkannya sesuai konteks kerja di instansi dengan subtema “Dengan Hikmat Natal kita Wujudkan ASN Kemenkumham yang “PASTI” untuk Menyongsong Era Industri 4.0”
Dalam sambutanya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menekankan bahwa Industri 4.0 harus diantisipasi oleh seluruh ASN.
“Kita harus bisa mengaplikasinya kemajuan era Industri dengan segala tantangan dan peluangnya,” tuturnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan dalam kerja pelayanan publik berlandaskan semangat PASTI. Yasonna berharap, hikmat Natal tahun ini dapat menjadi fondasi bagi jemaat Kristiani Kemenkumham untuk menjalankan kerja pelayanan publik.
“Hikmat natal harus bisa menjadi semangat kerja kita dalam melayani publik dan mengabdi kepada bangsa,” ungkap Yasonna.
Perayaan Natal tahun ini sekaligus menjadi momentum untuk mengajak segenap umat medoakan korban bencana alam di NTB, Palu, Donggala, juga bencana tsunami di Banten dan Lampung serta bencana longsor di Sukabumi.
Pada kesempatan ini, Menteri Hukum dan HAM juga memberikan tanda kasih kepada dua (2) panti asuhan yaitu Panti Asuhan Hasrat Suci Putri Mandiri di Nabire, Papua serta Panti Asuhan Darul Hadlanah Nahdlatul Ulama Kota Salatiga.