mix-news

Manfaat Fingerprint Belum Maksimal, SD Negeri di Nganjuk Dapat Instruksi Lagi Pengadaan Fingerface

Jumat, 7 Maret 2025 | 18:22 WIB
Salah satu staff korwil pendidikan ketika menunjukkan alat absensi salah satu SDN yang sudah lama tidak digunakan (Sakera Nawacita)

Baca Juga: DPRD Kabupaten Nganjuk Gelar Rapat Paripurna Agenda Pemaparan Sambutan Bupati dan Wakil Gubernur Jawa Timur

Sementara itu, Saniran, Kepala SDN 2 Berbek saat dikonfirmasi mengatakan, pengadaan alat absensi sudah dilakukan sebanyak dua kali, yang pertama berupa fingerprint dan yang kedua fingerface.

Saniran Kepala SDN 2 Berbek ketika dikonfirmasi tim awak media (Sakera Nawacita)

"Awalnya alat itu untuk absensi, dari hasil absensi diberikan instruksi untuk mencetak hasil dan menyetorkan ke Kanwil Pendidikan Kabupaten Berbek, namun setelah pembayaran alat absensi lunas, tidak ada lagi instruksi absensi," kata Saniran kepada wartawan Nawacitapost.com , Selasa (25/2/2025) sore.

Menurut Saniran, pengadaan dua alat absensi tersebut berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, surat edaran pertama berbentuk tertulis atau kertas dan yang kedua berbentuk dokumen berkas yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp.

Baca Juga: Rotasi atau Mutasi Jabatan, Kepala SMA Negeri 1 Rejoso Pindah ke SMA Negeri 1 Gondang

"Jadi surat edaran yang pertama itu dokumennya tertulis di kertas, untuk yang kedua tidak tertulis tapi dalam bentuk file pdf yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp," kata Saniran.

Moch Jainuri Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk ketika diwawancarai tim awak media (Sakera Nawacita)

Terpisah, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Moch Jainuri saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, seluruh lembaga pendidikan sudah memiliki alat absensi berupa sidik jari yang pengadaannya dilakukan pada tahun 2018.

"Karena saat itu mungkin masih pakai jempol, lama-kelamaan kena Covid, dan saat Covid sudah tidak bisa pakai jari lagi, harus pakai retina, akhirnya di tahun 2023 nanti jari yang ada akan diganti dengan yang sudah bisa online, bukan yang baru tapi sudah upgrade," kata Ketua GTK yang akrab disapa Jainuri itu kepada wartawan Nawacitapost.com , Selasa (4/3/2025).

Baca Juga: Refreshing di SMA Negeri 1 Rejoso, Dipimpin Guru Pengger Asal Kertosono

Saat ditanya apakah dirinya pernah mengeluarkan surat edaran, Jainuri mengaku lupa, bahkan menjelaskan pengadaan tersebut sudah berlangsung lama.

"Kalaupun ada, itu untuk peningkatan alat absensi yang sudah ada, bukan untuk pengadaan, tapi saya lupa ada atau tidak, tapi tahun 2018 sudah ada sidik jari, saya kira belum ada surat edarannya," kata Jainuri.

Dua alat absensi yang ditunjukkan oleh salah satu lembaga SDN, pengadaan tahun 2018 dan tahun 2023 (Sakera Nawacita)

Jainuri menegaskan, tidak ada surat edaran, melainkan hanya instruksi lisan untuk meningkatkan alat absensi.

Halaman:

Tags

Terkini

Mensos Risma Bantu Pengobatan 2 Warga Lampung

Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB