internasional

Tragedi Berdarah di Riyadh: Jamaah Umrah Turut Jadi Korban Serangan Bandara King Khalid

Senin, 12 Oktober 2026 | 13:19 WIB
Kepulan asap terlihat dari kejauhan di sekitar Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, setelah serangan. (Foto: Tangkapan layar Threads)

NAWACITAPOST.COM — Suasana mencekam melanda Arab Saudi setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan mematikan pada Sabtu (10/10/2026).
 
Insiden tragis yang menghancurkan area vital penerbangan sipil ini tidak hanya merenggut nyawa warga lokal dan pekerja asing, tetapi juga menyasar jamaah umrah serta pengunjung dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, yang tengah berada di lokasi.

Berdasarkan data resmi dari Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya 12 orang tewas dan 309 orang lainnya luka-luka.
 
 
Kepulan asap hitam tebal membubung tinggi di atas terminal, sementara puing-puing bangunan dan kaca yang hancur berhamburan di area dalam bandara, menciptakan ketakutan mendalam bagi ribuan penumpang yang berada di lokasi kejadian.

Jamaah Umrah Turut Terdampak

Jamaah umrah dan pengunjung dua masjid suci dilaporkan termasuk di antara korban serangan yang terjadi di Bandara King Khalid.
 
Informasi tersebut menambah perhatian terhadap dampak insiden, mengingat Riyadh merupakan salah satu titik perjalanan udara bagi warga asing yang bepergian ke Arab Saudi.

Meski demikian, belum ada rincian terverifikasi mengenai kewarganegaraan, jumlah, maupun kondisi jamaah umrah yang menjadi korban. Informasi tersebut perlu menunggu pembaruan dari otoritas Arab Saudi atau perwakilan negara terkait.
 

Keluarga jamaah yang memiliki anggota keluarga dalam perjalanan ke Arab Saudi disarankan memantau informasi dari maskapai, penyelenggara perjalanan umrah, serta perwakilan resmi pemerintah untuk memperoleh kepastian mengenai kondisi penumpang.

12 Orang Tewas dan 309 Terluka

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia akibat serangan tersebut.
 
Korban terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Selain korban meninggal dunia, sebanyak 309 orang dilaporkan terluka. Sebagian korban mengalami luka serius dan mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.
 

Serangan itu juga menimbulkan kerusakan material di fasilitas bandara. Otoritas terkait melakukan pemeriksaan untuk menilai dampak kerusakan serta memastikan keamanan area sebelum operasional penerbangan dapat berjalan kembali.

Kelompok Houthi Dituding Terlibat

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menuding kelompok Houthi yang berasal dari Yaman sebagai pihak di balik serangan tersebut.
 
Tuduhan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan dan rangkaian serangan terhadap fasilitas penerbangan di Arab Saudi.

Keterlibatan kelompok Houthi dalam serangan terbaru perlu tetap dibedakan antara tuduhan pihak Saudi dan hasil penyelidikan yang mengonfirmasi pelaku.
 
 
Informasi mengenai perkembangan penyelidikan serta pernyataan pihak yang dituding menjadi bagian penting untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Serangan terhadap bandara sipil ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan penumpang, pekerja bandara, serta warga asing yang berada di Arab Saudi, termasuk mereka yang melakukan perjalanan untuk menunaikan ibadah umrah.

Penerbangan Terganggu, Jamaah Diminta Memantau Informasi

Setelah serangan, operasional Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara untuk pemeriksaan keamanan.
 
Sejumlah penerbangan terdampak dan penumpang diminta memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing.
 

Bagi jamaah umrah yang akan berangkat maupun sedang berada di Arab Saudi, perkembangan situasi bandara perlu dipantau melalui penyelenggara perjalanan dan kanal resmi terkait.
 
Perubahan jadwal penerbangan dapat memengaruhi perjalanan menuju atau dari kota-kota tujuan ibadah.

Insiden ini bukan hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan perjalanan udara di tengah konflik regional.
 
Kepastian mengenai kondisi jamaah umrah yang terdampak masih menunggu informasi lanjutan dari otoritas berwenang.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB