internasional

Duka Malaysia: Siti Hasmah, Sang Ibu Negara Teladan dan Pelopor Kesehatan, Tutup Usia

Selasa, 29 September 2026 | 15:26 WIB
Menelusuri rekam jejak istri eks PM Malaysia Mahathir Mohamad, Siti Hasmah yang dikabarkan wafat di usia ke-100 tahun. (Instagram.com/@undercover.id)

NAWACITAPOST.COM — Dunia melayu dan bangsa Malaysia diselimuti duka mendalam atas berpulangnya Tun Dr. Siti Hasmah Mohamad Ali, istri dari mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, pada Senin (28/9/2026).
 
Tokoh perempuan legendaris yang berpulang pada usia 100 tahun tersebut dilepas menuju tempat peraduan terakhirnya melalui penghormatan tertinggi berupa upacara pemakaman kenegaraan.

Perjalanan hidup Siti Hasmah bukan sekadar kisah di balik bayang-bayang kejayaan sang suami. Ia adalah figur mandiri, seorang pahlawan medis, dan ibunda bagi seluruh rakyat Malaysia.
 
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Indonesia, Menkeu Suahasil Nazara Ikuti Rapat Terbatas Bersama Presiden Prabowo
 
Pendidikan kedokterannya ditempuh di King Edward VII College of Medicine, Singapura—tempat bersejarah di mana takdir mempertemukannya dengan Mahathir Mohamad hingga keduanya mengikat janji suci pernikahan pada tahun 1956.
 
Dedikasinya di dunia medis terukir emas saat ia mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang ditunjuk sebagai petugas medis pemerintah di Kedah, tanah kelahiran Mahathir.

Jejak langkah Siti Hasmah di garis depan pelayanan publik pedesaan Kedah meninggalkan warisan konkret yang menyelamatkan ribuan nyawa.
 
Saat memimpin program kesehatan ibu, kebersihan dasar, imunisasi nasional, serta pendidikan kesehatan masyarakat, sentuhan dinginnya membuahkan hasil fenomenal.
 
Baca Juga: Sanggah Temuan Ombudsman Soal Kamar Mewah Lapas Cibinong, Sosok Yudi Suseno Disorot
 
Catatan kesehatan resmi merekam bahwa inisiatif Hasmah di Kedah berhasil menekan angka kematian bayi secara dramatis, dari yang semula 75 kematian per 1.000 kelahiran menjadi hanya 6 kematian.

Seiring berjalannya waktu, Siti Hasmah memanfaatkan posisinya sebagai istri pimpinan negara selama dua periode kepemimpinan Mahathir (1981–2003 dan 2018–2020) untuk mengabdi lebih luas.
 
Tanpa lelah, ia menggerakkan kampanye kesehatan ibu, keluarga berencana, pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkoba, peningkatan literasi masyarakat, hingga kepedulian terhadap kesehatan mental.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan rasa kehilangan yang amat mendalam atas kepergian sosok yang dinilainya amat lekat di hati sanubari rakyat.
 
Baca Juga: Menembus Puing Kebakaran Praihambuli: Aksi Solidaritas Resort Peternakan Ringankan Duka Aleks
 
Anwar telah menginstruksikan Kepala Sekretaris Negara dan Panglima Angkatan Tentara Malaysia untuk memimpin serta memfasilitasi seluruh rangkaian persiapan prosesi pemakaman kenegaraan.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @anwaribrahim_my, pada Selasa (29/9/2026), Anwar mengenang keanggunan serta keteguhan jiwa Siti Hasmah yang luar biasa selama hidupnya.

"Sosok yang lembut tutur katanya, tetapi teguh dan kuat jiwanya, serta selalu menyayangi orang di sekelilingnya dengan kasih seorang ibu," ungkap Anwar.

"Hari ini, negara kehilangan sosok yang dekat di hati rakyat," tambahnya.
 
Baca Juga: Pacu Tenggat Tahap Tiga, Jutaan Warga Belum Terdata Bisa Mandiri Ajukan Bansos

Kisah cinta dan kebersamaan Siti Hasmah bersama Mahathir Mohamad baru saja genap berusia 70 tahun pada Agustus 2026 lalu. Dari pernikahan panjang nan harmonis tersebut, mereka dikaruniai 7 orang anak, termasuk di antaranya aktivis dan penulis terkemuka Marina Mahathir serta mantan Menteri Besar Kedah Mukhriz Mahathir.

Ikatan emosional dan kekaguman Siti Hasmah terhadap sang suami terabadikan dengan indah dalam memoar pribadinya yang diterbitkan pada tahun 2016 bertajuk My Name is Hasmah.
 
Dalam buku tersebut, Siti Hasmah menggambarkan Mahathir sebagai sosok pahlawan yang senantiasa mendampingi dan membantunya melewati masa-masa sulit selama menempuh pendidikan kedokteran.

Suasana haru tak terbendung memuncak saat prosesi pemakaman berlangsung pada Selasa (29/9/2026) di Pemakaman Muslim Presint 20, Putrajaya. Mantan PM Mahathir Mohamad tak kuasa menahan air mata yang menetes membasahi pipinya saat menyaksikan pelepasan terakhir belahan jiwanya.
 
Kepergian Siti Hasmah menandai berakhirnya sebuah era, meninggalkan warisan keteladanan, kasih sayang, dan pengabdian tanpa batas bagi Bangsa Malaysia.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB