NAWACITApost.com - Israel telah meminta bantuan militer darurat senilai USD10 miliar kepada Amerika Serikat. Melansir dari Times of Israel, mengutip laporan New York Times yang mengetahui permintaan tersebut, Selasa (17/10/2023).
Paket bantuan tersebut saat ini sedang disusun oleh Kongres berkoordinasi dengan Gedung Putih dan juga akan mencakup dana untuk Ukraina, Taiwan, dan perbatasan AS-Meksiko.
Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengatakan dalam kunjungannya ke Tel Aviv, bahwa para anggota parlemen AS telah mendiskusikan untuk memberikan Israel amunisi pengganti sistem pertahanan rudal Iron Dome, bom berpemandu presisi, peralatan JDAM untuk mengubah bom standar menjadi amunisi presisi, dan amunisi 155 milimeter.
Di sisi lain, Pentagon siap mengerahkan 2.000 tentara ke Israel untuk bantuan non-tempur. Mereka akan dikerahkan untuk mendukung Israel dalam perangnya melawan Hamas, demikian laporan Wall Street Journal, mengutip Times of Israel.
Namun, para tentara tersebut tidak diharapkan untuk bertugas dalam peran tempur, melainkan dalam kapasitas sebagai penasihat atau misi dukungan medis, kata laporan itu. "Tidak ada infanteri yang dimasukkan dalam daftar tentara yang disusun," demikian tulis Times of Israel.