NAWACITApost.com - Fikri Rofiul Haq masih terlelap ketika dikagetkan oleh suara rudal Hamas. Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan medis MER-C di Rumah Sakit Indonesia itu mengaku melihat dengan jelas roket-roket yang meluncur ke daratan.
"Artinya, ini jelas serangan dari pihak pejuang Gaza,” kata Fikri, dilansir dari BBC Indonesia, dikutip Selasa (10/10/2023).
Beberapa jam kemudian, tembakan roket dari pesawat tempur Israel jatuh di dekat Wisma dr Joserizal Jurnalis dan menghancurkan mobil operasional MER-C. Seorang staf lokal bernama Abu Romzi, yang saat itu berada di dekat mobil tersebut, meninggal dunia.
Sementara itu, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad mengatakan Rumah Sakit Indonesia disibukkan oleh korban luka yang terus berdatangan. Menurut Sarbini, diputusnya akses distribusi barang ke Gaza oleh Israel membuat stok obat-obatan di Rumah Sakit Indonesia menipis.
"Maksimal bertahan dua minggu karena masih banyak korban," kata Sarbini.
MER-C mengutuk serangan Israel yang turut mengenai rumah sakit tersebut. Namun dia mengatakan bahwa Rumah Sakit Indonesia tidak mengalami kerusakan serius, dan masih bisa melayani pasien.