Kamis, 4 Juni 2026

Swedia Mulai Mempertimbangkan Larangan Pembakaran Al Quran

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Senin, 31 Juli 2023 | 10:23 WIB
Swedia
Swedia

NAWACITAPOST.COM - Swedia mulai pikirkan larang pembakaran al quran menyusul aksi yang mengundang reaksi dari berbagai negara.

Rencana pertimbangan itu tercermin usai Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson dan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menggelar pertemuan pada Minggu (30/7).

Dalam pertemuan Kristersson dengan Frederiksen untuk mencari solusi menemukan tekait melawan undang-undang kebebasan berbicara yang mengizinkan pembakaran kitab suci terjadi berulang kali.

"Kami berbagi analisis yang sama: situasi sekarang berbahaya dan langkah yang diperlukan untuk memperkuat ketahanan kita," ujar Kristersson, seperti dikutip Financial Times.

Kristersson menjelaskan bahwa pemerintah telah mulai menganalisa situasi hukum termasuk undang-undang ketertiban umum terkait aksi pembakaran kitab suci.

"Dengan tujuan mengeksplorasi ruang lingkup langkah-langkah yang akan memperkuat keamanan nasional kita dan keamanan Swedia di Swedia dan luar negeri," jelasnya.

Lebih lanjut, Kristersson juga menuding Rusia dan negara lain yang mencoba untuk menyebarkan informasi keliru soal pembakaran Al Quran. Dia mengklaim aksi tersebut di luar kewenangan pemerintah.

"Kami saat ini sedang dalam situasi keamanan paling serius sejak perang dunia kedua dan, untuk Swedia, kami sadar bahwa negara dan aktor seperti negara secara aktif memanfaatkan situasi ini," ucap PM Swedia itu.

Seperti diketahui bahwa sejak beberapa pekan terakhir ini, Swedia tengah menjadi sorotan dunia usai serangkaian pembakaran Al Quran yang terjadi di negara Nordik itu.

Aksi itu bukan tanpa sepengetahuan polisi Swedia. Di beberapa kesempatan mereka membiarkan aksi pembakaran Al Quran.

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB