Kamis, 4 Juni 2026

Ketenaran Abdul Somad Ada Batasnya

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 25 Mei 2022 | 11:40 WIB
Somad ditolak. Kolase.
Somad ditolak. Kolase.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Berstatus Guru Besar alias Profesor dan menyandang gelar Dokor dari luar negeri. Tak menjamin Abdul Somad begitu leluasa melakukan aktivitasnya. Singapura adalah negara terakhir yang menolak Somad masuk ke wilayahnya. Sebelumnya, Swiss, Belanda, Timor Leste dan Hongkong telah menolaknya.

Baca Juga : Ditolak Singapura, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga : PT. Telkom Tbk Tidak Mensponsori UAS Ceramah di Sumenep Madura


Ternyata penolakan pun dilakukan di dalam negeri. Kampus di Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Bali, dan Madura melakukan pelarangan Somad hadir dan berceramah.

Penolakan beberapa negara dan tempat di Indonesia, kepada Somad. Itu terkait cermahnya yang merestui bom bunuh diri, Jin di kayu salib, dan mengkafirkan agama lain.

Bisa jadi kejadian di singapura adalah awal redupnya popularitas Somad. Dan semakin banyak negara bahkan didalam negeri berani menolaknya

Seharusnya ketika lebih dari  4 tempat menolak, ini malah sampai 8 tempat, menolak Somad,  berarti ada yang salah  pada sikapnya. Instropeksi, harus dilakukan. Tak ada cara lain, selain dari itu.

Anehnya, Somad mengatakan bahwa dirinya ditolak, karena ada info dari pemerintah Indonesia kepada negara yang akan dikunjungi olehnya. Somad ingin mengatakan penolakan harus dibalas dengan menghalalkan segala cara.

Yang jelas ketenaran dan kejayaan seseorang itu ada batasnya. Instropeksi dengan rendah hati jalan keluar terbaik. Namun, Somad pasti enggan melakukannya.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB