Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Menurut arkeolog, ada lebih dari 200 gadhegal (relief kutukan) di seantero India. 150 di antaranya bisa ditemukan di Maharashtra. Anehnya, lempengan batunya penuh dengan ukiran keledai yang menyetubuhi perempuan. Sejak 2012, para sejarawan mulai tertarik mengungkapkan apa maksud ukiran-ukiran tersebut.
Lempengan batu ini dilaporkan pertama kali muncul di Maharashtra pada masa pemerintahan Silahara. Mereka menyumbang sejumlah lahan (bisa juga rumah atau uang) kepada para Brahmana dan kuilnya. Lempengan tersebut dijadikan sebagai deklarasi dan ukiran keledainya menunjukkan kutukan bagi siapa saja yang melanggar perintah.
Dr Kurush Dalal, dosen di Pusat Arkeologi dan Studi extra-Mural Mumbai University, memberi tahu VICE India lewat telepon bahwa, “Para arkeolog tidak mau mempelajari relief tersebut karena terlalu vulgar.” Di India, keledai dianggap hewan tidak suci dan sering disamakan dengan sampah dan kotoran.
Harshada Wirkul, yang mendalami gadhegal untuk program S3-nya menjelaskan, “Dulu, ada lempengan tembaga yang digunakan untuk pernyataan hibah dari para raja. Tapi masih belum jelas kenapa lempengannya berubah jadi batu relief dan prasasti yang menggambarkan kutukan.” Dia menambahkan bahwa gadhegal juga ditemukan di Gujarat, Goa, Orissa, Bihar dan Bengal.
Sebagaimana dijelaskan oleh para arkeolog, gadhegal biasanya mempunyai tiga bagian atau panel. Dalal menerangkan bahwa panel matahari dan bulan disebut sebagai Yavat Chandra Divakaro (selama matahari dan bulan masih ada). Itu artinya, informasi di lempengan dan masa pemerintahan penguasa akan bertahan lama. Panel kedua merupakan panel pernyataan hibah dan kutukan. Bagian awalnya “menyebutkan rincian penyumbang dan penerima sumbangan,” dan diakhiri dengan kutukan yang berbunyi, “siapa saja yang melanggar aturan dan tidak berbuat baik maka akan dikutuk. Ibunya akan dipaksa bersenggama dengan keledai (beberapa prasasti lain menyebutkan kuda).