Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Kane Tanaka merupakan perempuan Jepang yang dinobatkan sebagai orang tertua di dunia meninggal pada usia 119 tahun, kata otoritas setempat pada Senin (25/4/2022).
Kane Tanaka lahir pada 2 Januari 1903 di Fukuoka, Jepang, tahun yang sama ketika Wright bersaudara terbang untuk kali pertama dan Marie Curie menjadi perempuan pertama yang memenangi Hadiah Nobel.
Perempuan yang lahir sebagai anak ketujuh dari sembilan bersaudara dan menikah pada usia 19 tahun. mengirim suami dan putranya ke garda depan Perang Tiongkok-Jepang Kedua 1937.
Tanaka menjalani hidup dengan melewati era Meiji, Taisho, Showa, dan Heisei dari empat kaisar sepanjang sejarah Jepang modern pasca 1867.
Orang tertua di dunia ini dalam kondisi kesehatan yang relatif baik sebelum meninggal dan tinggal di panti jompo. Di sana Kane Tanaka menikmati permainan papan, memecahkan soal matematika, minum soda, dan makan cokelat.
Di masa mudanya, Kane Tanaka menjalankan berbagai bisnis termasuk toko mi dan toko kue beras. Dia menikah dengan Hideo Tanaka seabad yang lalu pada 1922, melahirkan empat anak dan mengadopsi anak kelima.
Dia berencana menggunakan kursi roda untuk ikut estafet obor Olimpiade Tokyo pada 2021, tetapi pandemi membatalkan keinginannya.
Ketika Guinness World Records mengakuinya sebagai orang tertua yang hidup pada 2019, dia ditanya momen apa yang paling bahagia dalam hidupnya. Jawabannya adalah, "Sekarang."
Rutinitas harian Kane Tanaka antara lain bangun jam 6.00 pagi, dan sore harinya dihabiskan untuk belajar matematika serta berlatih kaligraf
Jepang memiliki populasi lansia terbanyak di dunia menurut data Bank Dunia, dengan sekitar 28 persen warganya berusia 65 tahun atau lebih.
Orang tertua yang pernah hidup dan diverifikasi oleh Guinness World Records adalah perempuan Perancis Jeanne Louise Calment, yang meninggal dalam usia 122 tahun 164 hari pada 1997.