Jumat, 5 Juni 2026

Waspada!!! Kemenangan Taliban Jadi Spirit Kelompok Radikal di Indonesia  

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Jumat, 20 Agustus 2021 | 13:08 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Pasca Taliban berkuasa di Afganistan, sebetulnya itu bukan  kemenangan Taliban, tetapi penyerahan kekuasaan terhadap Taliban.

Baca Juga : Waspada! Taliban Berkuasa, JK Bisa Gerakan Eks HTI dan FPI?



Memang betul apa yang dilakukan Presiden Ashraf Gani, bahwa dia telah melakukan sesuatu hal yang cukup patriotis, bahwa Gani mementingkan kepentingan  nyawa manusia, Ghani memberikan kekuasaan kepada Taliban agar tidak terciptanya perpecahan atau perang saudara diantara masyarakat Afganistan, tetapi yang terjadi malah kebanyakan masyarakat Afganistan takut kepada Taliban, sehingga kebanyakan dari warga Afganistan melarikan diri ke negara-negara lain, Jelas Kang Rikal dalam kanal Youtube Agama Akal TV, Kamis 19 Agustus 2021.

Hal menarik dari pasca kemenangan Taliban, ada pernyataan yang disampaikan oleh pimpinan Taliban, bahwa Taliban akan melindungi kebebasan perempuan dan ekspresi masyarakat dengan aturan Islam.

Jadi penyerahan kekuasan dari presiden Ashraf Ghani ke Taliban, jika dicermati secara rekam jejak, bahwa Ghani sebenarnya dekat dengan kelompok Taliban. Terbukti pernah melakukan hubungan bisnis atau ekonomi  tentang jual beli ternak, mungkin untuk Idul Adha (Qurban).

Terlepas dari hubungan tersebut, harus diakui perang Afganistan, antara pemerintah dan Taliban sudah berlangsung hampir 30 tahun. Dan boleh disebut, Taliban cukup sabar untuk menggulingkan pemerintah Afganistan.

Maka, dari hal ini, kita bisa lihat pentingnya kekuatan sebuah negara untuk melindungi rakyatnya dari ancaman-ancaman terorisme atau radikalisme, sebetulnya kalau dilihat bahwa Taliban itu adalah kelompok nasionalis Suni sebetulnya, dan mereka hanya nasionalis yang tidak mementingkan negaranya.

Jadi awal-awal pembentukan Taliban, mereka lebih banyak kesukuan atau etnisitas, yaitu suku Putshun. Jadi, dia lebih primodialis, lebih mengedepankan primodial, mementingkan suku atau etnis, dan diluar etnis Putshun, mereka akan mendeskriminasinya. Yaitu peran suku dibalut narasi-narasi agama.

Terkait dengan adanya radikalisme yang ada di Indonesia dan Taliban. Di Indonesia gerakan radikalisme itu jaringannya berkiblat ke Alqaeda dan ISIS,  yaitu saklag, tektualis atau harafiah.

Sementara Taliban itu  seperti FPI di Indonesia. Jadi, sebetulnya, mereka itu kalangan santri yang tidak terdidik. Sehingga, tingkat pendidikan mereka rendah. Tetapi Taliban itu punya pasukan, yang dilengkapi dengan persenjataan modern (baca : standar militer).

Namun, lepas dari semuanya itu. Kewaspadaaan kita perlu ditingkatkan,  pasca Taliban berkuasa di Afganistan. Apa pasal?  Sebab, taliban menang dan berkuasa itu,  bisa dijadikan spirit bagi kelompok radikal di Indonesia, seperti Jamaah Islamiah, eks Hizbut Tahrir Indonesia, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) untuk terus melakukan perlawanan kepada pemerintah melakukan teror dengan segala cara.

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB