Jakarta, NAWACITAPOST - Setelah sukses dengan pameran 1st Pacific Exposition (PE 1) di Auckland, Selandia Baru, pada tanggal 11-14 Juli 2019. Pemerintah Indonesia kembali melakukan gebrakan dengan penyelenggaraan 2nd Pacific Exposition (PE 2) pada 27-30 Oktober 2021 dengan tema “It’s Pacific Time”.
Gong kegiatan akbar yang diinisiasi Indonesia ini dicanangkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) Januari lalu. Bedanya dengan kegiatan sebelumnya, PE 2 akan diselenggarakan secara full virtual. Berpartipasi di PE 2 kali ini akan lebih mudah, visitor bisa sambil seruput kopi.
Pacific Exposition merupakan pameran dagang, investasi dan pariwisata yang secara komprehensif mempertemukan pelaku bisnis dari seluruh negara di kawasan Pasifik termasuk Indonesia, Australia dan Selandia Baru. Selain pameran, PE 2 juga akan diisi dengan high-level forum yang membahas isu-isu perikanan dan kesehatan.
PE 1 berhasil mendatangkan lebih dari 5000 pengunjung dan mencetak transaksi bisnis sebanyak lebih dari Rp 1,04 triliun.
Setelah dunia dilanda pandemi COVID-19 selama lebih dari 18 bulan, kegiatan ini akan memberikan angin segar bagi pemulihan perekonomian Indonesia dan juga kawasan Pasifik yang kebanyakan roda ekonominya bergantung dari pariwisata. Untuk itu, PE 2 dapat dinilai sebagai upaya Pemerintah Indonesia untuk melakukan jumpstart perekonomian Kawasan Pasifik.
PE 2 juga merupakan pengejawantahan inisiasi payung diplomasi Pacific Elevation yang digagas Indonesia sejak tahun 2019. Esensinya, melalui PE 2, negaranegara Pasifik diberikan akses pasar bagi produk-produk unggulan mereka yang selama ini
sulit memperoleh pasar internasional.
Indonesia akan memperoleh manfaat konkrit dari pelaksanaan Pacific Exposition karena arus barang dan orang antara Indonesia Timur dengan wilayah tetangga Pasifk terus meningkat.
Pada PE 2, 6 (enam) Provinsi Timur Indonesia yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur juga akan berpartisipasi aktif sebagai wakil dari Indonesia bersama-sama dengan 19 negara Pasifik lain untuk melakukan promosi pariwisata dan perdagangan. Keenam provinsi tersebut secara geografis terletak di kawasan Pasifik.
Di samping itu, kelompok etnis di Provinsi tersebut termasuk dalam kelompok ras Polinesia dan Melanesia, sebagaimana halnya penduduk di kawasan Pasifik.
Antusiasme dari Kawasan Indonesia Timur baik pada PE 1 maupun PE 2 dapat
dinilai sebagai hal yang sangat positif. Sebagaimana dinyatakan Dubes RI, Tantowi Yahya,
terwujudnya pameran Pacific Exposition adalah untuk membuka akses pasar bagi Kawasan
Indonesia Timur yang selama ini dikenal masih tertinggal kemajuan ekonominya, baik dalam bentuk barang maupun jasa seperti pariwisata.
Dengan adanya kedekatan faktor geografis dan budaya, maka ke depan perlu dimanfaatkan untuk mendorong Kawasan Timur Indonesia agar lebih aktif melakukan interaksi di bidang ekonomi dengan negara Pasifik yang merupakan tetangga dekatnya dan memiliki pasar yang cukup besar, dengan GDP total sebesar USD 1,4 trilyun.
Selain pameran perdagangan dan business matching, PE 2 juga akan mengusung
sejumlah forum, antara lain The Pacific Talk, Trade and Investment Forum, Tourism Forum,
Health Forum dan Fisheries Forum. Forum-forum tersebut akan menghadirkan Menteri,
pejabat dan pakar yang berpengalaman dalam menangani isu-isu terkait baik dari Indonesia maupun negara Pasifik.
PE 2 juga merupakan penjelmaan dari kebijakan Pacific Elevation yang dicanangkan
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada tahun 2019, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Indonesia dapat lebih aktif di Kawasan Pasifik dengan tangan di atas. Dalam Pernyataan Pers Tahunan, Menlu Retno juga telah menyampaikan penyelenggaraan PE2 sebagai salah satu prioritas sekaligus program flagship Indonesia.
Sebagaimana dijelaskan oleh Dubes Tantowi, “Kegiatan ini juga merupakan wujud konkrit dari perhatian Pemerintahan Kabinet Kerja yang dipimpin oleh Presiden RI, Joko Widodo untuk memperkuat kemitraan dengan kawasan Pasifik”. Hal ini dapat dilihat dari betapa besarnya dukungan, baik secara materiil maupun moril yang diberikan oleh sejumlah Kementerian.
“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian KKP, Kementerian Perdagangan, serta Kedutaan dan Konsulat Indonesia di Kawasan Pasifik, semuanya ikut berkontribusi terhadap pelaksanaan Pacific Exposition,” tegas Dubes Tantowi.
(Kornelius Wau)
Editor: Reski kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:19 WIB
Sabtu, 18 April 2026 | 11:53 WIB
Kamis, 9 April 2026 | 08:13 WIB
Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 21:18 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 10:08 WIB
Senin, 6 April 2026 | 14:46 WIB
Senin, 6 April 2026 | 11:16 WIB
Minggu, 5 April 2026 | 18:37 WIB
Sabtu, 4 April 2026 | 16:06 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 13:51 WIB
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:17 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:27 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 | 17:44 WIB
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:57 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:09 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 4 Maret 2026 | 21:10 WIB
Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:16 WIB