Kamis, 4 Juni 2026

Pengamat Teroris Al Chaidar : Nias Termasuk Sarang Latihan Teroris, Konflik Horisontal Yang Diinginkan ISIS

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 15 Februari 2021 | 15:33 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST –  Kala aksi teroris  melakukan aksinya di Indonesia 20 tahun lalu lebih, Bom Bali  1 dan II, Bom Natal. Korban pun berjatuhan. Dari sasaran yang dianggap musuh oleh teroris, terutama Amerika,  sampai yang tidak sepaham dengan pemahaman ideologi mereka itu bisa dianggap lawan. Korban teror pun berjatuhan, dari anak-anak, wanita dan lansia. Pelaku pun lama ditangkapnya.

Penerbit TSPM Berbahaya Bagi Dunia Pendidikan Indonesia



Seiring berjalannya waktu, walupun mereka telah melakukan aksi,  berhasil dilumpuhkan hidup maupun mati. Yang paling anyar dan patut diacungi jempol kepada Densus 88 dan aparat penegak hukum lainnya adalah berhasil mencegah aksi teror. Bahkan tempat atau basis teroris di gerebek. Bukan cuman itu saja,  anggota atau pengikutnya dan pelaku utamanya ditangkap.

Konteks kekinian dan ke depannya aksi teror yang dilakukan kelompok teroris yang berbait ke ISIS sangat Kejam dan brutal. Setiap yang menggangu kepentingan dan berseberangan dengannya dijawab dengan meledakan bom bunuh diri.

Terkait tempat latihan teroris yang berhasil diungkap Densus 88 di Sumbar dan Nias. Walau termasuk memiliki banyak anggota, namun Sumbar bukanlah target utama dalam penyemaian paham terorisme oleh kelompok-kelompok garis keras. Sumbar hanya dijadikan basis cadangan.

Menurut penjelasan pengamat terorisme Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Al Chaidar, ribuan orang itu terafiliasi dengan ISIS, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan jaringan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK). Dan di  Sumbar ada sekitar 3.000 anggotanya, tambah Al Chaidar lagi.

Ternyata bukan hanya Sumbar  (Bukittinggi), tetapi Nias juga dijadikan lokasi latihan teroris. Ternyata Nias pengamanannya agak longgar.  Selain longgar pengamanannya, bisa juga Nias  menjadi upaya kelompok teroris berkonflik horizontal dengan isu dan muatan agama yang beraroma kental menjadi penggiringannya.

Jadi bravo Densus 88 yang bukan hanya mencium, mencegah, menangkap dan melumpuhkan teroris, tetapi menemukan tempat latihan teroris dan berhasil membongkarnya. Sudah tentu yang terlibat didalamnya diterapkan hukum yang berlaku di NKRI.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB