Penerbit TSPM Berbahaya Bagi Dunia Pendidikan Indonesia
Seiring berjalannya waktu, walupun mereka telah melakukan aksi, berhasil dilumpuhkan hidup maupun mati. Yang paling anyar dan patut diacungi jempol kepada Densus 88 dan aparat penegak hukum lainnya adalah berhasil mencegah aksi teror. Bahkan tempat atau basis teroris di gerebek. Bukan cuman itu saja, anggota atau pengikutnya dan pelaku utamanya ditangkap.
Konteks kekinian dan ke depannya aksi teror yang dilakukan kelompok teroris yang berbait ke ISIS sangat Kejam dan brutal. Setiap yang menggangu kepentingan dan berseberangan dengannya dijawab dengan meledakan bom bunuh diri.
Terkait tempat latihan teroris yang berhasil diungkap Densus 88 di Sumbar dan Nias. Walau termasuk memiliki banyak anggota, namun Sumbar bukanlah target utama dalam penyemaian paham terorisme oleh kelompok-kelompok garis keras. Sumbar hanya dijadikan basis cadangan.
Menurut penjelasan pengamat terorisme Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Al Chaidar, ribuan orang itu terafiliasi dengan ISIS, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan jaringan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK). Dan di Sumbar ada sekitar 3.000 anggotanya, tambah Al Chaidar lagi.
Ternyata bukan hanya Sumbar (Bukittinggi), tetapi Nias juga dijadikan lokasi latihan teroris. Ternyata Nias pengamanannya agak longgar. Selain longgar pengamanannya, bisa juga Nias menjadi upaya kelompok teroris berkonflik horizontal dengan isu dan muatan agama yang beraroma kental menjadi penggiringannya.
Jadi bravo Densus 88 yang bukan hanya mencium, mencegah, menangkap dan melumpuhkan teroris, tetapi menemukan tempat latihan teroris dan berhasil membongkarnya. Sudah tentu yang terlibat didalamnya diterapkan hukum yang berlaku di NKRI.