Presiden Masyarakat Palang Merah Vietnam, Nguyen Thi Xuan Thu dilansir dari laman BBC mengatakan pada Selasa, (20/10)."Ke mana pun kami pergi, rumah-rumah serta berbagai ruas jalan serta infrastruktur terendam banjir," ucapnya.
Baca Juga : Menpora Pastikan Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20 2021
Nguyen menyebutkan bahwa, sejumlah wilayah di Vietnam, terutama di bagian pusat, terus diguyur hujan deras dalam beberapa pekan terakhir. Hujan diperkirakan terus mengguyur Vietnam dalam beberapa hari ke depan, yang dikhawatirkan memperparah situasi di lapangan. "Banjir mematikan ini merupakan salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir," lanjutnya.
"Bencana alam ini menghancurkan kehidupan jutaan orang yang sudah menderita akibat pandemi covid-19," sambungnya.
Sejauh ini banjir di Vietnam telah merendam setidaknya 178 ribu rumah dan menghancurkan berbagai hasil panen. Hampir 700 ribu hewan juga mati atau tersapu banjir di tengah guyuran hujan deras. "Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyalurkan bantuan dengan kapal, atau via udara dan darat. Bantuan berupa makanan, air bersih, terpal, dan barang esensial lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Federasi Palang Merah Internasional (IFRC) mengatakan. Ratusan ribu orang di Vietnam membutuhkan penampungan darurat, air minum yang aman, dan makanan demi mencegah krisis kemanusiaan. "Musibah banjir ini akan mendorong jutaan orang ke jurang kemiskinan," ujar petinggi IFRC, Christopher Rassi. Sejauh ini, IFRC telah menyalurkan dana bantuan sebesar USD325 ribu atau setara Rp4,7 miliar untuk Vietnam.