Jumat, 5 Juni 2026

Tega! Ibu Asal Amerika Ini Tinggalkan Bayinya Sendirian di Rumah Hingga Tewas Hanya Demi Liburan

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Senin, 25 Maret 2024 | 15:42 WIB
Tega! Ibu Asal Amerika Ini Tinggalkan Bayinya Sendirian di Rumah Hingga Tewas Hanya Demi Liburan (Foto: Dok. NBC News)
Tega! Ibu Asal Amerika Ini Tinggalkan Bayinya Sendirian di Rumah Hingga Tewas Hanya Demi Liburan (Foto: Dok. NBC News)

NAWACITAPOST.COM - Ibu asal Ohio, Amerika Serikat, Kristel Candelario (32), dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah meninggalkan bayinya yang baru berusia 16 bulan selama 10 hari untuk pergi berlibur. Tragedi ini mengakibatkan kematian bayi tersebut.

Candelario meninggalkan putrinya, Jailyn, sendirian di rumah dengan beberapa botol susu saat dia pergi berlibur ke Puerto Rico bersama seorang teman prianya.

Dilansir dari CNN, kamera bel pintu tetangga merekam jeritan Jailyn, termasuk pada pukul satu pagi, dua hari setelah ibunya pergi.

Namun, Candelario berada ratusan mil jauhnya dan tidak mendengar jeritan putrinya yang meminta pertolongan. Begitu kembali ke rumah setelah 10 hari liburan, ia menemukan Jailyn telah meninggal dunia.

Baca Juga: Adelia Wilhelmina Jadi Korban Kecopetan di Paris, Hanya Tersisa Ponsel!

Menurut ahli patologi forensik Elizabeth Mooney, anak-anak mengalami kecemasan perpisahan yang ekstrem antara usia 9 dan 18 bulan. Hari-hari terakhir Jailyn sebelum kematiannya disebut sangat menyiksa.

Para penyelidik menyebut kasus ini sebagai salah satu yang paling mengerikan yang pernah mereka temui.

Aparat penegak hukum, termasuk Sersan Polisi Cleveland Teresa Gomez, menahan tangis saat menggambarkan kondisi bayi tersebut. Dalam persidangan, terungkap bahwa Candelario sempat berbohong tentang kondisi Jailyn.

Baca Juga: Jakarta Selatan Alami Lonjakan Kasus DBD, Masyarakat Diminta Waspada

Ia mengatakan bahwa putrinya hanya muntah, padahal Jailyn ditemukan tergeletak di kasur yang dipenuhi air seni dan feses.

Atas perbuatannya, hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Hakim Brendan Sheehan menegur Candelario secara tegas, menyebut tindakannya sebagai pengkhianatan terhadap ikatan antara ibu dan anak yang murni dan sakral.

Dia menekankan bahwa Candelario meninggalkan anaknya dalam keadaan terjebak di "penjara kecil" selama berhari-hari, sementara dia menikmati liburan di pantai.

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB